Teheran, LiputanIslam.com –   Pemimpin Besar Iran Grand Ayatullah Sayid Ali Khamenei menegaskan bahwa negaranya tetap solid dan pantang mundur menghadapi barisan kekuatan arogan imperialis dunia.

Hal ini dia nyatakan dalam kata sambutannya saat menerima kunjungan para pejabat dan masyarakat Iran serta para duta besar negara-negara Islam untuk Iran  pada momen Idul Fitri 1 Syawal 1440 H/6 Juni 2019.

Pada pertemuan yang berlangsung di Husainiyah Imam Khomaini, Teheran, itu dia mengangkat isu Palestina dengan menegaskan bahwa Iran tidak akan pernah berhenti menyokong Palestina, dan bahwa resistensi bangsa Palestina harus berlanjut di bidang militer, politik, dan kebudayaan sampai Rezim Zionis Israel menyerah.

Pemimpin berserban hitam sebagai pertanda “sayid” atau keturunan Rasulullah saw ini menyatakan bahwa negara-negara Islam hendaknya berada di satu barisan menghadapi rezim Zionis, dan bukan malah terlibat konflik satu sama lain.

Dia menyoal, “Mengapa kita mesti menyaksikan perang saudara di Libya atau melihat ada negara (Arab Saudi dan Uni Emirat Arab) yang mengaku Islam tapi malah membunuhi rakyat Yaman dan membom bangunan-bangunan infrastruktur?”

Menurutnya, kunci penyelesaian Palestina adalah referendum penduduk pribuminya sendiri, dan untuk mencapainya diperlukan kontinyuitas perlawanan dalam segala bentuknya.

Baca: Masyarakat Iran Peringati Haul ke-30 Imam Khomaini

Seruan persatuan umat Islam juga dia tegaskan dalam khutbah pertama shalat Idul Fitri yang dia imami di Musholla Agung Imam Khomaini di Teheran, sembari mengingatkan bahwa prakarsa Amerika Serikat (AS) yang dinamai “Perjanjian Abad” (Deal of the Century) merupakan pengkhianatan terhadap umat Islam sehingga tidak mungkin akan menemukan “cahaya”.

Pada kesempatan yang sama dia mengapreasi umat Islam, terutama rakyat Iran sendiri, atas partisipasi mereka dalam peringatan Hari Quds Internasional yang jatuh pada setiap hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.

“Partisipasi aktif dan solid umat dalam gerakan besar ini sangat berpengaruh pada kebijakan global dan kehendak musuh-musuh bangsa Iran serta menimbulkan kekacauan pada perhitungan mereka (musuh),” ujarnya.

Pada khutbah kedua dia menyinggung konferensi ekonomi yang disponsori AS di Bahrain dengan tujuan mempromosikan Perjanjian Abad.

Baca: Sayyid Nasrallah: Perang Terhadap Iran Akan Membakar Seluruh Kawasan

“Konferensi yang direncanakan di Bahrain ini terkait dengan AS sendiri, tapi penguasa Bahrain, akibat kelemahan mereka di berbagai bidang dan kelemahan mentalnya – yang bertolak belakang dengan kehendak rakyatnya dan Islam- telah memfasilitasi kegiatan ini dan menyanggupi pelaksanaannya,” terangnya.

Dia menambahkan, “Konferensi ini bertujuan mengimplementasikan rencana-rencana keji dan pengkhiantan AS yang dinamai Perjanjian Abad. Tentu, hal ini tidak akan teralisasi, dan selamanya tidak akan pernah berjalan, dengan pertolongan Allah.”

Ayatullah Khamenei mengapresiasi penolakan negara-negara Arab dan Islam, terutama Palestina sendiri, terhadap Perjanjian Abad.

Dia kemudian memanjatkan doa kepada Allah “supaya penguasa Saudi dan Bahrain menyadari pada jebakan apa mereka menginjakkan kakinya, dan bahaya apa yang datangkan untuk mereka.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*