NewYork, LiputanIslam.com –  Lembaga Human Rights Watch (HRW) secara resmi telah meminta otoritas peradilan Argentina menggunakan klausa konstitusional domestik untuk menangkap dan mengadili Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MbS) ketika dia memasuki Argentina pada akhir pekan ini untuk menghadiri KTT G20. Penangkapan ini diserukan terkait dengan kejahatan perang Saudi di Yaman dan pembunuhan jurnalis  Jamal Khashoggi yang diduga dilakukan atas instruksi MbS.

Lembaga peduli HAM yang berbasis di New York, Amerika Serikat (AS), itu menyampaikan pengajuannya bersama jaksa federal Argentina pada Senin (26/11/2018), serta menyajikan temuan publiknya mengenai pelanggaran hukum internasional selama serangan militer Saudi dan sekutunya terhadap Yaman dan dugaan keterlibatan MbS dalam praktik penyiksaan dan perlakuan buruk lain terhadap warga Saudi, termasuk Khashoggi.

Konstitusi Argentina mengakui prinsip yurisdiksi universal untuk kejahatan perang dan penyiksaan. Akibatnya, otoritas kehakimannya dapat menyelidiki dan mengadili kejahatan tersebut tanpa menghiraukan di mana kejahatan itu dilakukan, siapa pelakunya, dan siapa korbannya.

“Otoritas kejaksaan Argentina harus menyelidiki peran Muhamed bin Salman dalam dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Saudi sejak 2015 di Yaman,” ungkap Direktur Eksekutif HRW Kenneth Roth.

“Kehadiran putra mahkota di KTT G20 di Buenos Aires dapat membuat pengadilan Argentina menjadi jalan ganti rugi bagi para korban pelanggaran yang tidak dapat mencari keadilan di Yaman atau Arab Saudi,” imbuhnya.

Berkas yang disajikan oleh HRW telah diterima oleh hakim pengadilan federal Ariel Lijo, yang meneruskannya ke jaksa federal Ramiro González, yang sekarang harus memutuskan apakah prinsip yurisdiksi universal berlaku dalam kasus MbS.

“Keputusan pejabat Argentina untuk bergerak ke arah penyelidikan akan menjadi sinyal kuat bahwa bahkan pejabat kuat seperti Mohammed bin Salman tidak berada di luar jangkauan hukum. Dan Mohammad bin Salman harus tahu bahwa dia mungkin menghadapi penyelidikan kriminal jika dia pergi ke Argentina,” ujar Roth.

Bin Salman diperkirakan akan menghadiri pertemuan para pemimpin negara-negara industri maju dan berkembang, yang dikenal dengan nama G20, di Buenos Aires pada 30 November mendatang. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*