Gaza, LiputanIslam.com –  Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menegaskan bahwa muqawamah (resistensi anti Israel) akan terus berlanjut, dan menolak segala tekanan yang mempersoalkan persenjataan Hamas.

“Muqawamah berlanjut dengan segala bentuknya, tak terhapuskan oleh cara lain, dan kelancangan terhadap persenjataan kami tak dapat diterima. Adalah hak bangsa kami mengembangkan sarana muqawamah,” tegas Hamas dalam sebuah statemennya, Selasa (5/6/2018).

Mengenai al-Quds, Hamas menegaskan, “Al-Quds adalah ibu kota Palestina serta memiliki status keagamaan, sejarah, dan peraraban Arab, Islam, dan kemanusiaan. Semua kesuciannya secara Islami maupun Nasrani adalah hak bangsa Palestina serta umat Arab dan Islam. Hamas tidak akan mundur darinya ataupun bertindak akstrem atas bagian manapun darinya.”

Hamas memastikan bahwa segala upaya Judaisasi al-Quds, perluasan permukiman Zionis, dan distorsi fakta yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat  (AS) Donald Trump “sia-sia belaka dan seolah tidak pernah ada.”

Faksi terkemuka pejuang Palestina yang bermarkas di Gaza ini menyerukan kepada rakyat Palestina untuk menghidupkan peringatan Tragedi Naksa 5 Juni 1967 dengan partisipasi seluas mungkin dalam aksi “Great March of Return” pada Hari al-Quds pada Jumat terakhir bulan suci Ramadhan dengan tujuan antara lain memecah blokade Israel terhadap Jalur Gaza.

Hamas menyatakan penolakannya terhadap semua prakarsa yang bertujuan mengabaikan hak para pengungsi Palestina, termasuk yang di luar negeri, untuk kembali ke kampung halaman, sebab ada pihak-pihak yang berusaha menutup perkara ini dengan cara menjadikan mereka sebagai warga negara tempat mereka mengungsi. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*