Gaza, LiputanIslam.com – Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, menyatakan penentangan dan kecaman kerasnya terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) meningkatkan tekanan dan sanksinya, termasuk di sektor perminyakan, terhadap Republik Islam Iran.

Faksi pejuang yang mengendalikan Jalur Gaza itu dalam statemennya yang dirilis Rabu (24/4/2019) menyebut peningkatan sanksi tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang bukan saja ditujukan untuk melumpuhkan pembangunan dan perekonomian Iran melainkan juga mengancam stabilitas dan keamanan regional dan global.

Namun demikian, Hamas, menilai sepak terjang Presiden AS Donald Trump dalam upaya menekan Iran tetap akan gagal merealisasikan ambisinya.

“Tindakan itu tidak akan membawa kawasan ini kecuali kepada eskalasi konflik dan krisis yang hanya akan membantu agenda dan kepentingan Israel dan para sekutunya yang mengincar kekuatan dan kekayaan umat, serta merupakan bahaya kongkret bagi Palestina dan urusannya yang adil serta siapapun yang menyokong hak-hak sah Palestina,” ungkap Hamas.

Statemen itu dirilis setelah AS mengumumkan pencabutan pengecualian bagi delapan negara dari sanksi AS dalam pembelian minyak Iran.

AS menerapkan kembali sanksinya pada Agustus 2018 setelah Trump pada Mei tahun itu mengumumkan keluar dari perjanjian nuklir yang diteken Iran bersama enam negara terkemuka dunia.

Keputusan Trump ini mendapat kecaman dari berbagai negara dunia, termasuk negara-negara sekutunya sendiri, yang menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap hukum dan konvensi internasional terkait perlakuan terhadap perjanjian internasional. (mm/rt/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*