NewYork, LiputanIslam.com –  Gerakan Non-Blok (GNB) menyatakan dukungan penuhnya kepada perjanjian nuklir Iran menyusul pernyataan miring Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang perjanjian ini dalam pidatonya saat memimpin sidang Dewan Keamanan PBB.

Kantor berita Iran, Irna, Kamis (27/9/2018), melaporkan bahwa GNB telah melayangkan surat terpisah kepada ketua periodik Dewan Keamanan PBB, ketua Majelis Umum PBB, dan Sekjen PBB, serta meminta supaya surat ini diarsipkan sebagai dokumen Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB.

Dalam dokumen ini GNB mendukung penuh perjanjian Iran dengan lima negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman yang di kemudian hari dikhianati oleh Trump. GNB juga mengecam AS karena telah menjadikan pembaruan senjata nuklir sebagai kebijakan strategisnya. GNB kemudian mengecam negara-negara nukir karena tidak konsisten kepada Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

GNB yang beranggotakan 120 negara ini mengingatkan inklusivitas NPT pada semua negara dunia, dan mendesak supaya didirikan sebuah persatuan yang komprehensif di bidang senjata nuklir.

Mengenai nuklir Israel, GNB mengecam dan menilainya sebagai ancaman bagi negara-negara Timteng dan lain-lain, dan mendesak negara ilegal Zionis ini agar bergabung dengan NPT.

GNB menyebutkan gagasan Iran untuk pengadaan kawasan yang bebas dari senjata nuklir, dan meminta supaya segenap kemampuan dikerahkan demi terwujudnya gagasan ini.

GNB kemudian mendesak AS agar memusnah semua senjata kimianya yang tersisa sesuai perjanjian larangan senjata kimia.

Kepada negara-negara anggotanya sendiri, GNB menyerukan penghentian  produksi berbagai jenis baru senjata destruksi massal, dan berusaha mencegahnya dari jangkauan para teroris. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*