Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Amerika Serikat (AS) karena tidak menunjukkan sikap tegas terhadap Arab Saudi terkait dengan kasus pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi. Erdogan mengaku tak habis berpikir mengapa pemerintah AS bahkan bungkam dalam masalah ini ketika dia menuntut pertanggungjawaban Saudi.

“Saya tidak dapat memahami diamnya AS ketika serangan mengerikan itu terjadi, dan bahkan setelah anggota CIA mendengarkan catatan yang kami berikan,” kata Erdogan dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh stasiun penyiaran negara TRT, Ahad (3/1/2019).

“Kami ingin semuanya diklarifikasi karena ada kekejaman, ada pembunuhan,” tambahnya, sembari menyebut pembunuhan itu “luar biasa.”

Erdogan sudah sekian lama bersikeras bahwa perintah pembunuhan Khashoggi berasal dari “level tertinggi” dalam Kerajaan Saudi.

Dalam wawancara tersebut Erdogan menjelaskan bahwa pembunuhan itu direncanakan oleh 22 orang yang 15 di antaranya tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi Konsulat di hari pembunuhan itu.

“Apa yang mereka (Arab Saudi) katakan adalah orang-orang ditangkap sekarang,” katanya, seakan menyindir bahwa ada orang-orang lain yang lebih bertanggungjawab namun belum ditangkap.

Bulan lalu, 11 terdakwa di Riyadh, lima di antaranya yang dituntut hukuman mati, disidang atas pembunuhan itu. Namun beberapa kelompok HAM dan pengamat internasional menilai otoritas Saudi tidak memiliki kredibilitas untuk menangani kasus di mana publik internasional mengarahkan kecurigaan kepada Putra Mahkota Saudi Mohamed bin Salman. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*