Istanbul, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kembali membuat pernyataan panas terkait dengan keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) mengakui Al-Quds (Yerussalem) sebagai ibu kota Israel. Kali ini dia menegaskan bahwa kehilangan Al-Quds tak ubahnya dengan kehilangan Mekkah Al-Mukarromah dan Madinah Al-Munawwarah.

“Jika kita kehilangan Al-Quds maka kita akan kehilangan Madinah, jika kita kehilangan Madinah maka kita akan kehilangan Mekkah, dan jika kita kehilangan Mekkah maka kita akan kehilangan Kaabah,” tegasnya dalam peresmian kereta api bawah tanah di Istanbul, Turki, Jumat (15/12/2017).

Dia mengingatkan bahwa keputusan Trump tersebut merupakan “bom baru” di Timteng dan “lonceng peringatan” mengenai konspirasi baru terhadap dunia Islam.

Presiden Truki juga mengingatkan bahwa jika umat Islam tak dapat menempuh tindakan yang tepat maka konspirasi ini akan menimpa mereka, sedangkan jika umat Islam berhasil maka ini merupakan satu peristiwa monumental bagi mereka.

Dia menyebutkan lagi bahwa Al-Quds merupakan kehormatan dan “garis merah” bagi Turki, dan bahwa kota ini tak lain adalah ibu kota Palestina yang kemudian diduduki oleh Israel.

Erdogan termasuk orang yang paling lantang mengecam keputusan Trump mengenai Al-Quds yang diumumkan pada 6 Desember lalu tersebut.

Dia telah mengundang 57 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk mengadakan konferensi tingkat tinggi luar biasa di Istanbul Rabu (13/12/2017) untuk menyatakan sikap dunia Islam terhadap keputusan Trump.

Perkembangan ini terjadi meskipun Turki justru menjalani proses normalisasi hubungan dengan Israel yang dimulai pada tahun 2016.

Pada tahun lalu itu Ankara dan Tel Aviv mengumumkan berakhirnya krisis hubungan kedua negara yang dipicu oleh serangan pasukan Israel terhadap kapal Mavi Marmara  milik Turki yang datang untuk menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza pada tahun 2010. Serangan itu menyebabkan 10 aktivis Turki gugur.

Sejak Trump mengumumkan keputusannya mengenai Al-Quds Erdogan berbalik menjadi sosok yang paling lantang mengecam keputusan itu dan bahkan berulangkali menyebut Israel negara teroris.  (mm/fna/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL