Presiden Turki, Recep Tayyib Erdogan saat melakukan pertemuan dengan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz, di Jeddah, pada 23 Juli 2017.

Ankara, LiputanIslam.com –  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akhirnya angkat bicara mengenai kasus pembantaian jurnalis ternama Arab Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Berbicara di hadapan parlemen Turki di Ankara, Selasa (23/10/2018), Erdogan menegaskan bahwa kejahatan sadis itu tidak akan berlalu begitu saja, melainkan para pelakunya harus diadili.

Erdogan mengaku yakin Raja Salman bin Abdulaziz dari Arab Saudi akan kooperatif dengan Turki dalam mengungkap semua pelaku, termasuk orang-orang Turki yang menjadi staf lokal Konsulat dan disebut-sebut telah menerima mayat Khashoggi.

“Dikatakan bahwa mayat (Khashoggi) diserahkan kepada staf lokal. Siapa staf lokal itu?” ujarnya.

Dia memastikan Khashoggi tidak keluar dari konsulat setelah memasukinya pada 2 Oktober lalu. Dia juga menyoal mengapa pihak konsulat Saudi mencopot hard disk CCTV dan tidak membuka pintunya pada hari kejahatan itu berlangsung.

“Hard disk CCTV di dalam konsulat dicopot sebelum kedatangan Khashoggi,” katanya.

Presiden Turki melanjutkan bahwa 15 orang Saudi yang beberapa di antaranya adalah anasir intelijen telah datang ke Istanbul untuk menghabisi Khashoggi dengan cara sadis, dan otoritas Saudi semula memungkiri adanya kejahatan ini tapi beberapa lama kemudian baru mengakuinya.

“Saudi menolak mengakui kejahatan pembunuhan, dan mengundang wartawan Reuters untuk membuktikan bahwa di tempat itu tidak ada kejahatan… Kejahatan ini terjadi di Istanbul, kami dihadapkan pada pertanyaan dan pertanggungjawaban,” ungkapnya.

Erdoga mengaku telah menyerahkan kepada Raja Salman bukti-bukti bahwa kejahatan itu terjadi dalam konsulat Saudi di Istanbul, dan bahwa proses penyelidikan dilakukan sesuai standar internasional.

Dia kemudian menegaskan negaranya tidak akan mendiamkan kejahatan ini, melainkan “akan diambil tindakan-tindakan yang memang harus diambil sesuai undang-undang”, dan berharap 18 tersangka dapat diadili di Turki.

“Sampai sekarang data-data kami menunjukkan bahwa Jamal adalah korban kejahatan sadis, dan kami berharap kerjasama pihak Saudi dalam masalah ini,” pinta Erdogan.

Setelah 18 hari berlalu sejak Khashoggi menghilang, otoritas Saudi Sabtu lalu (20/10/2018) merilis pengakuan bahwa Khashoggi terbunuh akibat “perkelahian” dengan para pejabat dalam Konsulat, dan karena itu sebanyak 18 warga negara Saudi lantas ditahan atas kejadian ini.

Pengumuman itu tidak menyebutkan bagaimana Khashoggi terbunuh dan di mana mayat pria yang hilang setelah memasuki Konsulat sejak 2 Oktober lalu. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*