suriah bashar jaafariNewYork, LiputanIslam.com – Duta Besar (Dubes) Suriah untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bashar al-Jaafari menuduh Arab Saudi, Qatar, Turki dan Israel sama-sama mengekspor teroris ke Suriah melalui pintu-pintu perbatasan yang digunakan oleh PBB.

“Perang melawan teroris memerlukan peletakan batasan bagi aktivitas aliansi teroris Turki, Qatar, Saudi dan Israel yang mendukung, mendanai dan mempersenjatai organisasi teroris ISIS, Front al-Nusra dan Pasukan Kebebasan serta organisasi-organisasi teroris lainnya yang berasaskan pemikiran dan praktik organisasi al-Qaidah,” ungkap al-Jaafari dalam sidang khusus PBB mengenai kondisi kemanusiaan di Suriah, sebagaimana diberitakan Sham Press, Jumat (27/2/2015).

Dia mengutip pernyataan jenderal purnawirawan Amerika Serikat (AS) Wesley Clark yang pernah memimpin pasukan NATO bahwa “ISIS muncul karena ada kucuran dana dari negara-negara sahabat dan sekutu terdekat AS.”

Dia menambahkan, “Tidaklah patut berbicara tentang perbaikan kondisi kemanusiaan ketika bantuan senjata dan pelatihan terhadap teroris masih berlanjut atas nama kelompok oposisi moderat yang -meski terlambat- telah diakui oleh mantan Dubes AS untuk Suriah bahwa kelompok-kelompok moderat itu bekerjasama dan bahu membahu dengan Front al-Nusra.”

Dia mengaku heran terhadap upaya sebagian kalangan membodohi rakyat Suriah dan publik internasional dengan mengatakan bahwa selagi Presiden Bashar al-Assad masih berkuasa di Suriah maka ISIS dan Front al-Nusra akan semakin kuat.

Al-Jaafari mengingatkan bahwa klaim demikian memperlihatkan siapa sesungguhnya pendukung ISIS dan Front al-Nusra, baik di Suriah dan Irak maupun di Mesir, Libya dan Lebanon. Menurut al-Jaafari, dukungan dan pembodohan itulah yang menyebabkan dua organisasi teroris itu tetap bertahan di Timteng. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL