Washington, LiputanIslam.com – Dewan Keamanan PBB tidak meloloskan desakan Israel agar sidang khusus dewan ini mengeluarkan resolusi yang mengutuk kelompok pejuang Hizbullah terkait dengan isu temuan terowongan lintas perbatasan yang menyeberang dari wilayah selatan Lebanon ke wilayah utara Israel.

Rezim Zionis Israel, Rabu (19/12/2018), mendesak agar sidang khusus Dewan Keamanan PBB mengutuk Hizbullah dan menyebutnya sebagai organisasi teroris menyusul penemuan terowongan itu.

Desakan itu sia-sia meskipun beberapa negara anggota mendukung Israel dan menyatakan prihatin atas pelanggaran Hizbullah terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengakhiri perang Hizbullah-Israel pada tahun 2006.

Israel sebelumnya juga telah mendesak badan terkuat PBB tersebut agar mengutuk Hizbullah, tetapi tidak pernah berhasil akibat adanya perselisihan pendapat di Dewan, dan tidak ada langkah apapun dalam sidang Rabu kemarin untuk mengedarkan draf resolusi mengenai terowongan.

Dewan Keamanan tidak mengambil tindakan apapun terutama karena beresiko mendorong beberapa anggota untuk bersikeras supaya pelanggaran Israel atas resolusi 2006 juga dicantumkan dalam resolusi.

Awal bulan ini, Israel mengumumkan penemuan apa yang mereka katakan sebagai jaringan terowongan militer lintas-batas Hezbollah, dan meluncurkan operasi militer terbuka untuk menghancurkannya.

Sejauh ini Israel mengaku telah menyingkap empat terowongan yang diklaimnya akan digunakan Hizbullah untuk menyusup dan menyerang kota-kota serta menculik warga sipil Israel.

Menjelang perdebatan pada hari Rabu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendesak Dewan agar mengutuk Hizbullah.

“Ini bukan hanya tindakan agresi. Ini adalah tindakan perang… Rakyat Lebanon harus memahami bahwa Hizbullah menempatkan mereka dalam bahaya dan kami mengharapkan Libanon mengambil tindakan terhadap ini,” seru Netanyahu.

Di PBB, Duta Besar Israel Danny Danon menunjukkan foto udara apa yang disebut Israel sebagai “kompleks pribadi” di dekat perbatasan yang menyembunyikan terowongan. Dia juga mempresentasikan foto udara yang menunjukkan apa yang disebutnya gudang senjata yang disembunyikan di desa perbatasan.

Dia mengatakan Israel telah memberi misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) “informasi akurat” tentang terowongan di mana Hizbullah juga “berbagi dengan tentara Libanon”. Dia lantas menuduh tentara Libanon menyampaikan informasi kepada Hizbullah sehingga memungkinkan kelompok pejuang ini berusaha menyembunyikan terowongan.

“Pejabat militer Lebanon bekerja untuk Hezbollah, sementara UNIFIL tidak bekerja untuk memenuhi mandatnya di wilayah itu dengan cara yang diperlukan,” kata Danon.

Kepala UNIFIL, Jean-Pierre Lacroix, mengatakan pihaknya telah mengkonfirmasi keberadaan empat terowongan, dua di antaranya menjangkau wilayah Israel. (mm/raialyoum/abc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*