Riyadh,LiputanIslam.com-Menurut laporan al-Furat News yang dikutip dari Wall Street Journal, Saudi baru-baru ini mengusulkan pendirian sebuah organisasi baru yang terbentuk dari para produsen minyak untuk menggantikan OPEC. Namun usul ini ditolak mentah-mentah oleh Rusia dan para anggota OPEC.

Usul tersebut disampaikan Riyadh kepada Alexander Novak (menteri energi Rusia). Namun dia menentangnya dan mengatakan, keputusan dalam hal ini bukan dalam kapabilitasnya. Novak lalu memberitahukan usul Saudi tersebut ke menlu Rusia dan Kremlin.

Berdasarkan usulan Saudi, kerjasama OPEC dan Rusia saat ini akan menjadi sebuah asosiasi perminyakan antara kedua belah pihak. Dari satu sisi, asosiasi ini akan dipimpin Rusia, dan di sisi lain, OPEC sekerang akan dikendalikan Saudi.

Novak mengatakan, tidak boleh ada organisasi perminyakan lain, sebab ini akan meningkatkan monopoli dan birokrasi di pasar minyak, juga mempersulit pengambilan keputusan.

Menurut laporan ini, dengan mengutarakan usul tersebut, Saudi berusaha untuk melemparkan tanggung jawab naiknya harga minya dunia ke pundak Rusia, sehingga ia tak memiliki beban di hadapan AS karena sebelum ini pernah berjanji untuk mengontrol harga minyak.

Seorang pejabat OPEC mengumumkan, sejumlah anggota terutama Iran, Irak, Nigeria, Angola, dan Aljazair menentang usul Saudi. Mereka mencemaskan dominasi Rusia dan Saudi dalam kebijakan-kebijakan terkait minyak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*