Istanbul, LiputanIslam.com –  Unjuk rasa anti Arab Saudi melanda pusat kota Istanbul, Turki, Ahad (14/10/2018). Massa mengutuk agresi pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi ke Yaman yang telah menewaskan dan melukai puluhan warga sipil, menghancurkan banyak infrastruktur, dan menyebabkan merebaknya wabah penyakit serta kelaparan di tengah puluhan jutaan penduduk.

Massa menegaskan bahwa apa yang dilakukan Saudi dan sekutunya, terutama Uni Emirat Arab (UEA),  terhadap Yaman merupakan kejahatan perang yang didukung Amerika Serikat (AS) secara tanpa batas, sementara khalayak dunia mendiamkannya.

Karena itu, massa menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar menghentikan kejajahatan perang ini.

Dalam aksi ini massa juga memperlihatkan poster raksasa pemimpin gerakan Ansarullah Yaman, Abdel Malik al-Houti, serta menunjukkan spanduk dan plakat bertuliskan seruan-seruan penghentian invasi militer yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun terhadap Yaman.

Para pengunjuk rasa juga memajang poster jurnalis ternama Saudi Jamal Khashoggi yang diduga telah dibunuh di gedung konsulat Saudi di Istanbul. Mereka menegaskan bahwa kasus ini membuktikan bahwa Saudi menjalankan praktik terorisme yang menjangkau siapapun yang dapat dijangkau oleh dinasti al-Saud.

Lebih jauh, massa memuji ketangguhan dan resistensi rakyat Yaman terhadap agresi tersebut, dan menyerukan pengiriman bantuan kemanusiaan serta penghentian blokade terhadap Yaman.

Aksi unjuk rassa ini dilakukan oleh penduduk Istanbul di tengah panasnya situasi hubungan Turki dengan Saudi menyusul hilangnya jejak Khashoggi sejak memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Massa menegaskan bahwa kejahatan Saudi sudah melampau batas dan tidak pandang bulu sehingga tidak boleh dibiarkan. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*