Riyadh, LiputanIslam.com –  Para netizen Arab menyatakan bahwa kepergian ahli forensik dan para pejabat intelijen Arab Saudi yang dekat dengan Putra Mahkota Mohamed bin Salman (MbS) ke Turki untuk membantai dan memutilasi jurnalis ternama Jamal Khashoggi tak mungkin dapat disimpulkan kecuali bahwa hal itu terjadi atas instruksi MbS.

Mengomentari pengakuan otoritas Saudi bahwa pihaknya telah meringkus 18 warga negaranya terkait dengan kasus Khashoggi, para netizen itu menilainya tidak mengubah kesimpulan bahwa MbS merupakan tersangka utama kasus ini.

Menurut mereka, dalam berupaya cuci tangan MbS telah menjadikan sejumlah kroninya sebagai tumbal, terutama Ahmed al-Assiri dan Saud al-Qahtani yang masing-masing telah dipecat dari jabatannya sebagai wakil ketua intelijen umum dan penasehat lingkungan kerajaan yang setara dengan jabatan menteri.

Para netizen Arab memviralkan cuitan lama Saud al-Qahtani di Twitter yang menurut mereka merupakan bukti bahwa MbS merupakan dalang pembantaian dan mutilasi Khashoggi. Cuitan itu diposting oleh al-Qahtani pada pertengahan Agustus 2017 ketika dia menanggapi kritikan seorang pengguna akun Twitter .

“Apakah Anda mengira saya menggelengkan kepala tanpa pengarahan? Saya hanyalah pegawai dan pelaksana terpercaya untuk perintah Junjunganku Baginda Raja (Salman bin Abdulaziz Al Saud – red.)dan Yang Mulia Putra Mahkota Yang Terpercaya,” cuit al-Qahtani.

Para netizen mencuplik layar untuk cuitan itu karena kuatir al-Qahtani menghapusnya.  (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*