Sanaa, LiputanIslam.com –  Serangan udara pasukan koalisi Arab pimpinan Arab Saudi telah menimpa bus sekolah di provinsi Sa’dah, Yaman, Kamis (8/8/2018).

Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menyebutkan sebanyak 29 anak dengan usia di bawah 15 tahun terbunuh akibat serangan ini.

“Telah sampai ke rumah sakit yang didukung tim kami 29 jenazah anak kecil di bawah usia 15 tahun, dan 48 korban luka yang 30 di antaranya anak kecil,” tulis ICRC dengan halaman Twitter-nya.

Sumber kesehatan Palestina melaporkan jumlah korban meninggal akibat serangan yang menimpa warga sipil tak berdaya ini meningkat menjadi 43 orang, sementara korban luka 63 orang. Sedangkan laman saluran al-Alam yang berbasis di Iran menyebutkan jumlah korban jiwa 47 orang dan korban luka 77 orang.

Jubir Departemen Kesehatan Yaman, Yusuf al-Hadiri, kepada kantor berita Jerman, DPA, mengatakan bahwa serangan udara Saudi yang menimpa satu unit bus yang mengangkut 60 anak siswa sekolah dasar di daerah Azah Dahyan di utara kota Sa’dah itu menggugurkan 43 anak dan melukai 63 orang lain yang sebagian besar adalah anak kecil.

Al-Hadiri mengutuk serangan itu dan menjelaskan bahwa yang menjadi sasaran serangan udara Saudi dan sekutunya kali ini adalah alat transportasi siswa sekolah di tengah pasar yang sedang padat pengunjung.

Dia menyerukan kepada organisasi-organisasi internasional di Yaman agar segera bergegas ke provinsi Sa’dah dan membantu memenuhi kebutuhan segera para korban luka demi mencegah meningkatnya jumlah korban jiwa.

Sebelumnya di hari yang sama kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) menuding pasukan koalisi pimpinan Saudi telah menyerang sebuah bus sekolah, sementara pihak koalisi belum berkomentar hingga berita ini disusun.

Saudi dan sekutunya hampir setiap hari melancarkan serangan udara di Yaman sejak tahun 2015 sampai sekarang dengan dalih memenuhi permintaan mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang berperang melawan Ansarullah.

Pasukan koalisi Arab menyatakan bahwa serangan ke provinsi Sa’dah merupakan “operasi militer yang sah.”

“Serangan yang terjadi hari ini diprovinsi Sa’dah merupakan operasi militer yang sah dengan sasaran anasir yang telah menyerang warga sipil kemarin malam di kota Jizan, Saudi, serta membunuh dan melukai warga sipil,” ujar jubir pasukan koalisi Arab Kolonel Turki al-Maliki.

Kelompok Ansarullah menegaskan bahwa berlanjutnya kejahatan Saudi dan sekutunya merupakan pertanda buruk akan gagalnya perundingan yang diupayakan oleh Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Yaman, Martin Griffiths.
Ali al-Qahum, anggota biro politik Ansarullah, mengatakan, “PBB tidak menunaikan tanggungjawabnya di Yaman sehingga semua pergerakannya hanyalah demi kepentingan pihak agresor. Berlanjutnya pembantaian oleh pihak agresor menunjukkan bahwa AS dan para anteknya tidak menghendaki penghentian agresi.”

Dia menambahkan, “Ini merupakan pertanda kuat akan kegagalan perundingan yang diupayakan oleh Utusan PBB dan tertutupnya semua pintu bagi segala bentuk penyelesaian damai sebagaimana sebelumnya di setiap pertemuan yang diselenggarakan PBB.” (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*