Baghdad, LiputanIslam.com –Brigade Hizbullah yang berbasis di Irak menyatakan pihaknya telah menolak menerima surat dari pasukan Amerika Serikat (AS), dan mengungkap secara detail eksistensi militer negara arogan ini di Negeri 1001 Malam.

” Amerika Serikat (AS) memiliki 31 pangkalan militer di Irak, termasuk yang menampung 7 pesawat, serta enam pusat intelijen, 34.000 tentara, lima perusahaan keamanan, dan 24 perusahaan kerjasama,” ungkap Juru bicara Brigade Hizbullah Jaafar al-Hussaini dalam wawancara dengan channel al-Mayadeen, Senin (18/11/2019).

Dia kemudian mengatakan, “Brigade Hizbullah menolak mentah-mentah untuk menerima surat dari pasukan AS melalui kantor PBB. Kami mengatakan kepada kantor itu bahwa tidak ada dialog antara kami dan Amerika. Jika mereka menginginkan sesuatu, mereka harus menyatakannya di media.”

Al-Husseini menambahkan, “Insiden yang dibicarakan orang Amerika adalah bahwa kami mengebom posisi mereka secara benar (sengaja), tetapi yang dimaksud ialah ISIS dan terjadi penyimpangan pada rudal. Orang-orang Amerika saat itu sangat dekat dengan posisi-posisi yang menjadi target.”

Dia kemudian mengingatkan, “Kami menduga Amerika akan melakukan tindakan militer di perbatasan Irak-Suriah dalam beberapa hari mendatang. Kami di Brigade Hizbullah mencermati daerah-daerah perbatasan dengan Suriah untuk memantau pergerakan AS. Penyebaran Amerika di Irak menunjukkan adanya suatu rencana, kami memiliki informasi tentang itu, dan kami akan mengumumkannya nanti.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*