Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif di Damaskus, Senin (3/9/2018).

Kantor Kepresidenan Suriah dalam statemennya menyebutkan bahwa dalam pertemuan ini al-Assad dan Zarif telah membicarakan perkembangan situasi di Suriah dan kawasan serta berbagai persoalan yang tercantum dalam agenda pertemuan segi tiga Rusia, Iran dan Turki yang akan diselenggarakan di Iran dalam waktu dekat ini.

Menurut Kantor Kepresidenan Suriah, al-Assad dan Zarif sependapat dalam berbagai persoalan tersebut serta memastikan bahwa tekanan sejumlah negara Barat terhadap Suriah dan Iran “tidak akan menghalangi kelanjutan kedua negara dalam membela prinsip, kepentingan bangsa serta keamanan dan stabilitas kawasan secara keseluruhan.”

“Kebijakan intimidasi dan tekanan negara-negara (Barat) itu terhadap bangsa Suriah dan Iran telah menunjukkan kegagalan mereka mewujudkan rencana-rencana yang sudah mereka tetapkan untuk kawasan,” ungkap Kantor Kepresidenan Suriah.

Sebelumnya, Javad Zarif dalam kunjungan ini juga telah mengadakan pembicaraan dengan sejawatnya, Walid Muallem, mengenai persiapan pertemuan puncak segi tiga Rusia, Iran, dan Turki yang diduga kuat akan terfokus pada operasi militer yang akan segera dilancarkan oleh Pasukan Arab Suriah di provinsi Idlib untuk menumpas kelompok-kelompok teroris.

Kementerian Luar Negeri Suriah melalui halaman Facabook-nya melaporkan bahwa Muallem dalam pertemuan dengan Zarif telah “membahas perkembangan terbaru situasi politik dan lapangan di tengah komunikasi dan pergerakan politik yang terjadi belakangan ini sebagai persiapan pertemuan puncak segi tiga untuk menjalin proses Astana.”

Kementerian ini menyatakan, “Pendapat-pendapat yang ada telah berkesesuaian mengenai pentingnya koordinasi bilateral dan perundingan politik antara kedua pihak pada tahap mendatang.”

Zarif berkunjung ke Suriah ketika perhatian publik sedang tertuju ke provinsi Idlib yang menjadi markas dan pertahanan terakhir kelompok-kelompok teroris dan pemberontak, terutama Hayat Tahrir al-Sham alias Jabhat al-Nusra, di Suriah, dan belakangan ini militer Suriah terus mengerahkan personil dan perlengkapannya ke sana sebagai persiapan untuk perang besar babak terakhir.

Tiba di Damaskus, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, “Suriah dewasa ini sedang membersihkan semua wilayahnya dari teroris. Sisa-sisa teroris, termasuk (Hayat) Tahris al-Sham harus meninggalkan Idlib.”

Jubir Kemlu Iran Bahram Qasemi dalam jumpa pers di Teheran pada hari yang sama mengatakan, “Republik Islam Iran akan terus mendukung pemerintah Suriah dalam berjuang membasmi teroris dari wilayahnya, dan akan terus memberikan nasihat dan bantuannya kepada pemerintah Suriah dalam serangannya yang ada datang di Idlib. Persoalan-persoalan ini akan dibahas dalam pertemuan-pertemuan Zarif di Suriah hari ini.”

Pada 29 Agustus lalu Zarif berkunjung ke Turki dan menemui Presiden Recep Tatyyip Erdogan di Ankara dengan tema pembicaran terutama mengenai Suriah.

Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dalam kunjungannya ke Damaskus pada 27 Agustus lalu menyatakan telah diteken perjanjian mengenai bantuan Teheran kepada Damaskus dalam rekonstruksi industri pertahanan Suriah. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*