Gaza, LiputanIslam.com –  Departemen Kesehatan Palestina di Gaza melaporkan bahwa sekira 190 orang Palestina terluka, 50-an di antaranya terkena peluru tajam, akibat serangan pasukan Israel terhadap massa Palestina yang pada Jumat kemarin (25/8/2018) kembali menggelar aksi “Masirat al-Awdah” atau “Great March of Riturn”, yaitu aksi yang sudah berjalan setiap hari Jumat sejak akhir Maret lalu di dekat perbatasan Gaza-Israel (Palestina pendudukan 1948).

Jubir Departemen Kesehatan Palestina di Gaza Ashraf al-Qudrah dalam siaran persnya menyebutkan, “Total korban luka 189 orang akibat peluru dan gas air mata pasukan pendudukan Israel, dan di antara para korban itu sebanyak 50 orang, termasuk 10 anak kecil dan 2 perempuan, terluka akibat peluru tajam.”

Sebanyak ribuan warga Palestina berpartisipasi dalam aksi kemarin yang tercatat sebagai aksi Great March of Riturn pada hari Jumat yang ke-22. Aksi ini merupakan unjuk rasa yang menuntut penegakan hak seluruh pengungsi Palestina untuk kembali ke kampung halaman mereka dan diakhirnya blokade Israel terhadap Jalur Gaza yang sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Meskipun jumlah korban luka mencapai ratusan orang, namun insiden yang terjadi kemarin tergolong paling minim kekerasan karena tidak sampai jatuh korban jiwa seperti biasannya.

Wartawan AFP di lokasi mengaku tidak melihat bom balon yang biasanya diterbangkan oleh massa Palestina, namun melihat layang-layang diterbangkan dalam jumlah terbatas tanpa disertai api dan minyak.

Selain itu, berbeda dengan hari-hari Jumat sebelumnya, pasukan Israel menembakkan peluru ke angkasa beberapa kali sebelum ke arah massa Palestina yang mendekati pagar perbatasan.

Panitia Great March of Riturn menegaskan bahwa  aksi ini akan terus berlangsung.

Tokoh Hamas Khalil al-Hayyah menjelaskan bahwa tensi ketegangan dalam aksi itu memang dikurangi “demi memberi kesempatan bagi perundingan di Kairo” untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Seorang pejabat Hamas lainnya mengatakan bahwa delegasi Hamas dari Gaza akan bertolak ke Kairo pada Ahad dan Senin mendatang untuk memulai lagi perundingan secara tidak langsung dengan Israel guna “memantapkan gencatan senjata berbalas pencabutan blokade Israel, pembukaan pintu-pintu perbatasan, dan pemulihan pembangunan Jalur Gaza.” (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*