Teheran, LiputanIslam.com –  Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Grand Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan perang negaranya dengan Amerika Serikat (AS) tidak akan terjadi, namun menekankan bahwa perlawanan adalah pilihan terakhir bagi rakyat Iran.

“Perang tidak akan terjadi. Pilihan terakhir bagi rakyat Iran adalah perlawanan terhadap AS. Dalam konflik ini, AS akan terpaksa mundur,” tegasnya dalam pertemuan dengan petinggi Iran, Selasa (14/5/2019), saat menyinggung alasan ketidak sediaan Iran berunding lagi dengan AS.

Ayatullah Khamenei menjelaskan, “Ini bukan konflik militer, karena seharusnya tidak ada perang. Kita tidak mencari perang, AS pun juga tidak mencarinya karena mereka menyadari bahwa hal itu bukan untuk kepentingan mereka. Ini adalah konflik kehendak, dan kehendak kita lebih kuat, sebab selain berkehendak, kita juga bertawakkal kepada Allah.”

Ayatullah Khameini menyebut gagasan untuk bernegosiasi dengan AS sebagai racun belaka.

“Selagi AS bertindak demikian, bernegosiasi dengan pemerintah AS saat ini adalah racun mematikan. Negosiasi artinya ialah interaksi, tetapi di mata AS, negosiasi adalah berkenaan dengan titik-titik kekuatan kita,” terangnya.

Dia melanjutkan, “AS ingin bernegosiasi mengenai pertahanan Iran dan memangkas jarak jelajah rudal agar Iran tidak dapat membalas jika mereka menyerang Iran,” ujarnya.

Karena itu, menurutnya, “setiap warga negara Iran yang memiliki ghirah dan keberanian pasti menolak tawar menawar mengenai kekuatan militernya maupun seluk beluk strateginya di kawasan. “

“Jadi, landasan negosiasinya salah, bahkan dengan orang yang terhormat, dan mereka (AS)  adalah orang-orang yang tidak menghormati dan mematuhi apa pun. Tak seorang pun yang berakal di Iran bersedia bernegosiasi,” lanjutnya.

Pemimpin Besar Iran ini kemudian mengingatkan bahwa AS sejak awal kemenangan revolusi Islam Iran telah blak-blakan memusuhi Iran, dan kini permusuhan itu semakin sengit.

“Sekarang ini mereka (AS) menyatakan permusuhannya dan melontarkan ancaman. Tapi setiap orang hendaknya mengetahui bahwa orang yang berteriak kencang mengancam sebenarnya tidaklah memiliki kekuatan yang memadai,” tegasnya.

Ayatullah Khamenei memastikan bahwa AS mengutamakan kepentingan rezim Zionis Israel atas kepentingan negara lain, dan bahwa banyak hal di AS ada tangan komunitas Zionis.

“AS membutuhkan kebisingan, dan mengklaim bahwa Iran telah mengubah perilaku mereka. Benar, perubahan itu ialah bahwa kebencian bangsa Iran kepada AS telah bertambah 10 kali lipat.  Upaya mereka menjangkau Iran menjadi semakin mustahil, pemuda kita makin siap menjaga kepentingan negara, dan pasukan militer dan keamanan kita semakin bersiaga,” tandasnya.

Ayatullah Khamenei menilai klaim-klaim Presiden AS Donald Trump justru menyingkap kegalauan dan keputus asaanya.

“Lihatlah betapa jauhnya kekeliruan musuh. Presiden mereka (Trump) mengklaim bahwa setiap hari Jumat di Teheran ada unjuk rasa anti-pemerintah. Padahal, bukan setiap hari Jumat, melainkan hari Sabtu, dan bukan di Teheran, melainkan di Paris.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*