Washington, LiputanIslam.com – Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Selasa (13/11/2018), menetapkan Jawad Nasrallah, putra Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah, sebagai “teroris dunia” dan menuduhnya pernah mencoba “mengaktifkan bom bunuh diri dan menembak sel yang berbasis di Tepi Barat” pada Januari 2016.

Kementerian ini juga mengklaim Jawad Nasrallah sebagai tokoh yang akan menjadi penerus ayahnya di Hizbullah, dan mengklaim bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Jawad telah merekrut sejumlah orang  “untuk melancarkan serangan teror terhadap Israel di Tepi Barat.”

Kementerian itu kemudian mengklaim bahwa Brigade Mujahidin Palestina (AMB) yang eksis di Tepi Barat sebagai kelompok yang merencanakan serangan di Israel dan membina hubungan dengan Hizbullah.

“Penandaan hari ini adalah demi meniadakan sumber daya Nasrallah dan AMB untuk merencanakan dan melakukan serangan teror,” bunyi statemen kementerian itu.

Dengan demikian  kedua entitas itu akan ditolak akses ke sistem keuangan AS.

Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan sayember berhadiah hingga US$ 5 juta masing-masing untuk informasi yang mengarah kepada identifikasi atau penentuan lokasi dua pemimpin Hizbullah, Khalil Yusif Mahmoud Harb dan Haytham Ali Tabataba’i, dan pemimpin Hamas, Salih al-Aruri. (mm/raialyoum/thewashingtonpost)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*