Washington, LiputanIslam.com –  Kementerian Pertahanan Amerika Serika (AS), Pentagon, menilai serangan rudal Iran terhadap kelompok teroris ISIS di Suriah “ancaman bagi penerbangan sipil dan militer” serta “tidak bertanggungjawab.”

Juru bicara Pentagon, Sean Robertson, mengatakan hal tersebut kepada kantor berita Turki, Anadolu, Senin (1/10/2018), sembari menyebutkan bahwa serangan yang menyasar lokasi-lokasi di Suriah timur itu dilakukan Iran tanpa koordinasi dengan pasukan koalisi internasional pimpinan AS.

“Mengingat zona udara yang di kompleks di sana serangan demikian dapat membahayakan pasukan yang aktif memerangi ISIS di Suriah… Peluncuran rudal ke angkasa tanpa koordinasi merupakan ancaman bagi ruang udara sipil dan militer… Tindakan Iran di tempat ini tak bertanggungjawab, tak aman, dan membangkitkan eskalasi,” ujarnya.

Senada dengan ini, juru bicara pasukan koalisi pimpinan AS Kolonel Sean Ryan melalui akun Twitternya berkomentar bahwa serangan rudal pasukan Iran pada dini hari Senin itu dilakukan tanpa pemberitahuan kepada siapapun.

Sebelumnya, saluran TV resmi Iran melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah menyerang posisi-posisi ISIS di kawasan Abu Kamal pada dini hari Senin pukul 02.00 waktu setempat dengan melesatkan enam rudal dan beberapa pesawat nirawak sebagai balasan atas serangan teror terhadap parade militer Iran di kota Ahvaz beberapa hari sebelumnya.

Media Iran menyebutkan bahwa senjata yang digunakan IRGC dalam serangan itu adalah rudal “Zolfaghar” yang berjarak jelajah 750 kilometer dan rudal “Qiam” yang berjarak jelajah 800 kilometer.

Pada 22 September lalu otoritas Iran menyatakan 25 orang tewas dan sekira 60 lainnya luka-luka terkena serangan teror yang dilancarkan oleh lima orang teroris terhadap parade militer Iran di Ahvaz. (mm/raialyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*