Washington, LiputanIslam.com –  Kemlu Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata AS Joseph Dunford telah memberitahu sejawatnya di Rusia, Valery Gerasimov, bahwa akan ada “akibat” jika pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia.

Jubir Kemlu AS Heather Nauert dalam jumpa pers, Selasa (28/8/2018), mengatakan, “Dunford telah berbicara dengan sejawat Rusianya dan menegaskan bahwa pemerintah AS dan para sekutunya akan segera bereaksi secara tepat terhadap keadaan yang terkonfirmasi sebagai penggunaan senjata kimia di Idlib atau tempat lain manapun di Suriah.”

Tanpa menyebutkan kapan pembicaraan antara Dunford dan Gerasimov itu terjadi Nauert  menambahkan bahwa AS mengimbau Rusia agar mencegah apa yang dia sebut sebagai penggunaan senjata kimia oleh Damaskus.

Sebelumnya di hari yang sama wakil tetap Suriah untuk PBB Bashar Jafari mengingatkan, “Segala bentuk serangan ke Suriah akan menjadi dukungan bagi teroris,”

Dia menyebutkan adanya informasi terpercaya bahwa kawanan teroris di Idlib menyiapkan serangan senjata kimia  agar kemudian pemerintah Suriah menjadi kambing hitam dan lalu mendapat serangan dari negara-negara Barat.

Hal yang sama juga dinyatakan sebelumnya oleh Kemhan Rusia yang juga menuding AS bermaksud memanfaatkan provokasi baru kawanan teroris itu untuk melancarkan serangan lagi ke Suriah. Rusia kemudian dikabarkan mengirim kapal-kapal perang yang dilengkapi rudal jelajalnya untuk mengantisipasi serangan AS dan sekutunya.

Pentagon Senin lalu membantah tuduhan Rusia tersebut. (mm/rt)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*