Sanaa, LiputanIslam.com –  Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Mohammad Ali al-Houthi, yang berafiliasi dengan gerakan Ansarullah atau kelompok Houthi bersumpah akan mengirim aliansi Arab pimpinan Arab Saudi  ke “jahannam” jika mereka gagal menerapkan perjanjian yang telah dicapai beberapa waktu lalu di Stockholm, ibu kota Swedia.

Ancaman Ansarullah ini dilontarkan berkenaan dengan perkembangan terkait dengan kota dan pelabuhan Hudaydah yang diperebutkan oleh kelompok ini dan kelompok loyalis presiden tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi.

“Hodaydah tidaklah mudah, (pilih) antara perdamaian dan implementasi perjanjian Swedia, jika tidak maka Jahannam  menunggu pasukan agresor (aliansi pimpinan Saudi) dan tentara bayaran mereka (loyalis Mansour Hadi),” ancam al-Houthi melalui halaman Twitternya, Kamis (31/1/2019),

Dia juga berseru, “Kami kembali mengajak kepada pihak lain agar mematuhi gencatan senjata dan tidak menghalangi implementasi perjanjian Swedia.”

Sementara itu, Sekjen Biro Politik Ansarullah Fadl Abu Thalib mengecam keras Duta Besar Inggris Untuk  Yaman yang mengatakan bahwa perjanjian Stockholm adalah untuk pertukaran tawanan dan penarikan pasukan Ansarullah dari Hudaydah, bukan untuk gencatan senjata.

“Pernyataan duta besar Inggris tidak asing bagi kita. Merupakan penegasan atas kebijakan dan kecenderungan agresif terhadap rakyat Yaman… Inggris adalah negara yang memusuhi rakyat Yaman, dan merupakan pihak utama dalam agresi terhadap bangsa Yaman sejak hari pertama,” kecam Fadl Abu Thalib melalui akun Facebook-nya.

Dia juga menuliskan, “Inggris adalah peserta operasional, teknis dan logistik dalam agresi ini dan menjual semua jenis senjata mematikan kepada negara-negara agresor… Inggris andil besar dalam penyediaan kedok politik untuk pelanggaran-pelanggaran pihak agresor di Yaman.” (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*