Ramallah, LiputanIslam.com –  Gadis aktivis terkemuka Palestina Ahed Tamimi yang baru dibebaskan dari penjara Israel menegaskan bahwa apapun yang dilakukan oleh rezim Zionis ini terhadap Al-Quds (Yerussalem) kota suci ini tetap merupakan ibu kota negara Palestina.

Dalam sebuah jumpa pers di Desa Nabi Salih, Tepi Barat, Ahad (29/7/2018), usai pembebasannya dari penjara Israel gadis yang menjadi salah satu simbol resistensi bangsa Palestina karena keberaniannya sejak kecil melawan pasukan Zionis itu mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bersimpati kepadanya, mendukungnya, dan menyampaikan suara anti-Israelnya kepada khalayak dunia.

Lebih lanjut dia berpesan kepada dunia, terutama kalangan media, agar lebih peduli kepada nasib para tahanan Palestina, terlebih anak-anak kecil, di penjara Israel.

“Saya memang telah keluar dari penjara, tapi di sana masih banyak anak kecil dan tahanan,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa dalam penjara itu terdapat anak-anak gadis yang masih di bawah umur, dan mereka berpesan agar seluruh komponen bangsa Palestina bersatu dan lebih peduli kepada para tahanan Palestina.

Mengenai kondisi dirinya, Tamimi mengatakan, “Saya berhasil menyelesaikan pendidikan menengah pertama saya meskipun di dalam penjara mendapat tekanan dari Israel. Saya akan belajar ilmu hukum agar dapat menyampaikan perkara Paestina ke lembaga-lembaga internasional… Israel harus dituntut atas kejahatan perangnya terhadap orang-orang Palestina.”

Dia kemudian menyebutkan bahwa kaum wanita adalah bagian dari isu Palestina.

“Kita harus memiliki perempuan yang dapat mencetak generasi yang tangguh dan sanggup melawan rezim pendudukan,” tuturnya.

Seperti pernah diberitakan, Tamimi yang kini telah berusia 17 tahun ditangkap oleh militer Israel pada 19 Desember 2017 lalu dengan dakwaan telah menghalangi dan menyerang dua pasukan Israel, dan baru Ahad kemarin dia dibebaskan. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*