perang aleppoJenewa, LiputanIslam.com –   Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Jumat (30/9/2016) menyatakan sebanyak 338 orang terbunuh, 106 di antaranya anak kecil, dan 846 lainnya luka-luka dalam pertempuran di Alepppo sejak 23 September lalu sampai sekarang.

Sebagaimana dilaporkan Reuters dari Jenewa, Swiss, direktur tanggap darurat WHO Dr. Richard Brennan mengatakan kepada wartawan bahwa sebanyak 846 korban luka, 261 orang di antaranya anak kecil, mereka beresiko meninggal dunia akibat minimnya perawatan.

Dan dalam pernyataannya kepada PBB dia mengatakan, “Kami menuntut empat hal; hentikan pembunuhan, hentikan serangan terhadap perawatan kesehatan, biarkan korban yang sakit dan terluka keluar, dan biarkan bantuan masuk.”

Pertempuran berkobar di Aleppo antara pasukan pemerintah dan militan sepekan setelah berakhirnya gencatan senjata yang memang rapuh.

“Tak ada rumah sakit yang dapat menerima ratusan pasien sekaligus,” ujar Brennan.

Menurutnya, WHO sudah beberapa pekan menyiapkan sarana pertolongan yang diperlukan untuk 140,000 penduduk, tapi kondisi keamanan tidak memungkinan masuknya sarana medis darurat ke dalam kota itu.

Ditanya apakah Damaskus menyepakati dan mengizinkan pengiriman bantuan medis ini, dia menjelaskan bahwa perundingan tentang ini masih terus dilakukan, dan pekan lalu dia sudah mengadakan pertemuan dengan wakil menteri kesehatan Suriah.

Dia juga mengatakan bahwa para petinggi WHO sebelumnya juga sudah mengadakan pertemuan dengan para pejabat Rusia dan membicarakan mengenai keharusan dilakukannya evakuasi dan penghentian serangan.

Rusia menyatakan bahwa dewasa ini  gencatan senjata tidak bisa dipertahankan karena selalu dilanggar oleh para teroris, namun negara ini mengusulkan pemberlakuan gencatan senjata selama 48 jam.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL