Sanaa,LiputanIslam.com-Kementerian Kesehatan Yaman pada hari Jumat (26/7) merilis statistik bencana yang ditimbulkan agresi koalisi Saudi ke negara miskin tersebut.

Dilansir al-Mayadeen, laporan Kementerian Kesehatan Yaman menunjukkan, koalisi pimpinan Riyadh menyebabkan kecacatan lebih dari 100 ribu warga sipil Yaman.

Baca: Lagi, ‘Drone’ Yaman Serang Pangkalan Udara Saudi di Asir

Sejak awal agresi lebih dari 1,9 juta orang terkena wabah kolera. Hingga kini, 3700 dari mereka kehilangan nyawa akibat wabah itu, dan 40 persennya adalah anak-anak.

Agresi dan blokade koalisi Saudi juga menyebabkan sedikitnya 2,3 juta anak-anak balita Yaman kekurangan gizi. Tiap 10 menit, seorang anak Yaman meninggal akibat malnutrisi.

Di lain pihak, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dalam laporan terbarunya bertajuk “Kondisi Keamanan Pangan Dunia Tahun 2019” menyatakan, Yaman memiliki kondisi pangan terburuk di antara negara-negara dunia lainnya.

Laporan FAO menyebutkan, kelaparan di Yaman sejak 2016 hingga 2018 telah mencapai angka 38,9 persen. Padahal persentase kelaparan antara tahun 2004 hingga 2006 jauh lebih sedikit, yaitu 30,1 persen.

Para pakar PBB juga menyebut Yaman sebagai ajang krisis kemanusiaan terburuk di dunia. 22 juta orang, yang merupakan 75 persen penduduk Yaman, membutuhkan bantuan kemanusiaan. Dari jumlah ini, 8,4 juta orang tidak tahu bagaimana memenuhi kebutuhan makanan untuk hari berikut. (af/alalam)

Baca Juga:

Delapan Tentara Saudi Terbunuh dalam Perang Melawan Pasukan Yaman

Reuters: Sudah Ada Momentum Kongkret untuk Penghentian Perang Yaman

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*