London,LiputanIslam.com-Sejumlah personel tentara Inggris di Irak dan Afghanistan mengaku, mereka pernah menembaki anak-anak dan remaja saat menginterogasi warga setempat.

Menurut laporan situs Middle East Eye, para serdadu tersebut dalam wawancara terbaru mengatakan, mereka mendapat izin untuk menembak ke arah warga sipil, orang mencurigakan, dan siapa pun yang membawa “telepon genggam,” bahkan “sekop” sekalipun.

“Anda akan menembaki siapa pun yang menurut Anda adalah teroris. Namun bagaimana kami bisa mengetahui bahwa mereka adalah ancaman bagi kami? Tidak semua mereka adalah ancaman, bahkan sebagian orang hanya membawa telepon genggam saja,”kata salah satu dari para serdadu tersebut.

“Kami telah membunuh orang-orang tua dan para pemuda. Ini adalah kasus yang kami saksikan sendiri. Saya tidak pernah melihat kesembronoan semacam ini,”lanjutnya.

Seorang serdadu AL Inggris menuturkan, ia ingat bahwa salah satu perwiranya menembak seorang bocah Afghanistan berumur 8 tahun, di saat ayahnya sedang menggendong mayat anaknya yang lain.

“Para komandan kami mengatakan, jika ada investigasi terkait masalah ini, kami akan dilindungi mereka. Tapi itu hanya bualan belaka. Kami benar-benar menempatkan hidup kami dalam bahaya,”ucap salah satu serdadu.

Inggris menempatkan 9 ribu serdadu saat menyerang Irak. Negara ini juga mengirimkan pasukan bantuan saat AS menyerang Afghanistan. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*