erdogan belandaAmsterdam, LiputanIslam.com — Setelah ditangkapnya seorang kolumnis Belanda di Turki akhir pekan ini akibat kritiknya terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan, media massa Belanda mulai beraksi. De Telegraaf, surat kabar yang pembacanya paling banyak di Belanda, mempublikasikan kartun editorial di bagian depan yang mengolok-olok Presiden Turki tersebut.

Judul karikatur tersebut: the long arm of Erdogan (Erdogan yang bertangan panjang), yang menggambarkan Erdogan mirip seekor kera, yang berdiri di sebuah batu bertulisan ‘apenrots’ yang berarti batunya monyet (biasanya apenrots juga merujuk pada Kementrian Luar Negeri Belanda atau kepada individu yang memegang kekuasaan dominan). Tangannya yang panjang nampak menekan seorang perempuan yang menyerupai Ebru Umar, si kolumnis. Olok-olok ini kurang lebih bermakna bahwa Erdogan adalah sosok yang memiliki kekuasaan dominan di dalam pemerintahan, namun di saat yang sama, kekuasaannya tersebut digunakan untuk menghancurkan kebebasan berbicara.

Ebru Umar adalah seorang kolumnis yang menulis untuk beberapa surat kabar. Pada hari Sabtu kemarin, ia ditahan oleh polisi Turki di resor Kusadasi. Polisi juga menyita laptop, seperti dilansir Russia Today, Minggu (24/4/2016).

Umar mengaku ia ditanyai mengenai tweet kritisnya tentang Presiden Turki oleh pihak kepolisian Turki. Ia pun berharap segera dibebaskan dan kembali ke Belanda.

Umar sendiri adalah tamu reguler di panel TV Belanda terhadap isu-isu tekait umat Muslim. Ia memiliki reputasi sangat kritis terhadap Islam dan dilaporkan telah menjadi target aksi balas dendam di Belanda.

Kabar penahanan ini muncul di tengah kemarahan publik Belanda atas surat yang dikirim oleh konsuler Turki yang mengancam akan melaporkan warga Belanda jika kedapatan menghina pemimpin Turki.

Erdogan sendiri telah memerintah Turki selama kurang lebih 13 tahun. Sosoknya pernah dianggap sebagai perwujudan modernisasi, namun beberapa tahun terakhir, ia dinilai semakin otokratis.Sejak ia terpilih sebagai presiden, ada sekitar 2.000 orang yang telah adili dengan tuduhan menghina kepala negara. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL