yaman hancurLondon, LiputanIslam.com — Badan hak asasi manusia Reprieve melaporkan bahwa perwira senior militer Inggris terus memberikan pelatihan yang intensif kepada tentara Saudi. Latihan tersebut mencakup serangan dengan menggunakan rudal jelajah, meskipun masyarakat internasional menunjukkan keberangan atas serangan Saudi yang telah menewaskan ribuan rakyat Yaman.

Seperti yang diberitakan The Guardian, yang dikutip Press TV (16/4/2016), Reprieve menyerukan kepada Kementrian Pertahanan Inggris untuk mempertimbangkan kembali bantuan militer yang diberikan kepada Saudi, mengingat negara monarkhi ini melakukan serangan yang brutal. Namun otoritas pertahanan Inggris bersikeras bahwa mereka tidak terlibat dalam serangan Saudi terhadap Yaman.

Hampir 9.500 orang, termasuk ratusan anak-anak telah tewas di Yaman sejak Saudi meluncurkan agresi militer terhadap negara tetangganya yang miskin pada akhir Maret 2015.

Militer Saudi tidak ragu untuk menggunakan senjata yang dilarang dalam undang-undang internasional. Tak jarang, fasilitas kesehatan oleh badan amal medis internasional turut menjadi bulan-bulanan.

Sejak konflik dimulai, menurut Reprieve, pemerintah Inggris telah menjual senjata senilai hampir $4 miliar kepada Saudi. Selain itu, penasehat dan perwira senior Inggris juga disediakan untuk tiga program “target internasional” bagi Angkatan Udara Saudi yang berlangsung selama tiga minggu. Setelahnya, ada tujuh perwira lagi yang berkunjung ke Saudi untuk memberikan saran-saran untuk Angkatan Darat Saudi.

Selain itu, ada program pelatihan penggunaan rudal jelajah oleh Angkatan Udara Inggris, untuk penguasaan bom udara yang dirancang untuk menghancurkan komando musuh.

Namun Reprieve khawatir jika program pelatihan yang diberikan ini tidak disertai dengan peringatan tentang wajibnya mematuhi hukum kemanusiaan yang berlaku secara global. Warga sipil tidak boleh dijadikan target. Dan jamak diketahui, Saudi kerap menargetkan warga sipil.

“Inggris mengklaim dukungannya terhadap serangan yang dipimpin Saudi memang diperlukan untuk memerangi terorisme, namun membunuh orang yang tidak berdosa tidaklah membuat kita menjadi lebih aman. Menteri harus mempertimbangkan kembali dukungan yang diberikan Inggris atas semua pelanggaran ini,” tuntut Reprieve.

Banyak kelompok hak asasi manusia terkemuka, termasuk Amnesty International, telah menyerukan embargo senjata untuk Arab Saudi. Pada bulan Maret, Amnesty mendesak Amerika Serikat dan Inggris untuk menghentikan tranfer senjata yang sembrono kepada Saudi, yang terbukti meningkatkan jumlah korban warga sipil. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL