Riyadh,LiputanIslam.com-Adel al-Jubeir dalam pertemuan dengan Benyamin Netanyahu, Kamis (14/2), menyatakan, stabilitas tak bisa diwujudkan di Timur Tengah tanpa perdamaian antara negara-negara Arab dengan Israel.

Dilansir dari al-Manar, media-media Israel menulis bahwa Iran disebut al-Jubeir sebagai penghalang besar dalam terwujudnya hubungan Arab-Israel. Teheran selalu menghadang tiap kali negara-negara Arab ingin mendekatkan diri kepada Tel Aviv.

Di lain pihak, media-media Arab tidak merinci pertemuan al-Jubeir dan Netanyahu di sela-sela konferensi Warsawa tersebut.

Penasihat urusan luar negeri Saudi merilis statemennya ini di saat bangsa-bangsa di kawasan justru menyebut Israel sebagai biang keladi kekacauan regional. Mereka menganggap Rezim Zionis sebagai penyebab utama munculnya krisis-krisis di Timteng.

Situs Maroko, al-Ayyam 24, menulis, pertemuan al-Jubeir dan Netanyahu berlangsung diam-diam tanpa dihadiri awak media dan dilakukan setelah mengeruhnya hubungan Riyadh-Rabat.

Netanyahu sebelum ini sempat menyatakan, dia akan bertemu dengan delegasi Saudi yang dipimpin al-Jubeir dalam konferensi Warsawa.

Menyikapi konferensi ini, Jihad Islam Palestina dalam statemennya menegaskan,”Pemerintahan Trump secara terbuka melanjutkan permusuhan dengan Palestina. Pertemuan Warsawa adalah fase baru dalam upaya pembohongan, penyesatan, dan penghasutan Dunia Islam dalam pertikaian demi menjaga keamanan Israel.”

Jihad Islam mengecam keras kehadiran negara-negara Arab dalam konferensi Warsawa, juga jabat tangan mereka dengan para pejabat Israel, terutama Netanyahu, baik secara terbuka atau diamd-diam.

“Pertemuan ini dalah aib besar di kening orang-orang yang menghendaki normalisasi hubungan dengan Rezim Zionis,”tegas Jihad Islam. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*