Paris,LiputanIslam.com-Dikutip dari kantor berita AFP, saudari Muhammad bin Salman (putra mahkota Saudi) akan diseret ke pengadilan bulan Juli mendatang, Hassa binti Salman didakwa telah melakukan kekerasan terhadap seorang pekerja seni.

Hassa pada 2016 dituduh memerintahkan pengawalnya untuk memukuli seorang perancang interior yang bekerja di apartemennya di Paris.

Menurut pengakuan perancang interior tersebut, saat itu ia sedang mengambil foto dari ruangan yang akan didekorasi olehnya. Namun Hassa menuduhnya mengambil gambar secara diam-diam untuk dijual ke media. Dia lalu menyuruh pengawalnya untuk menghajar desainer interior tersebut.

Korban lalu dipukuli dan dipaksa berlutut serta mencium kaki putri kerajaan Saudi tersebut. Dia bahkan ditahan beberapa jam di apartemen dan baru diizinkan keluar usai barang-barang miliknya disita.

Sebulan setelah kejadian, pengawal Hassa dituntut atas tuduhan kekerasan bersenjata, penculikan, pencurian, dan ancaman pembunuhan. Pengadilan Prancis pada Desember 2017 mengeluarkan perintah penangkapan atas Hassa dan kini sedang mengupayakan pengadilan atas dirinya.

Hassa adalah putri istri pertama Raja Salman bin Abdul Aziz, sekaligus saudari tiri Muhammad bin Salman. Si korban pemukulan menuntut agar putri raja Saudi mengembalikan barang-barang miliknya serta membayar ganti rugi senilai 20 ribu euro. (af/yjc)

Baca:

Bin Salman Pernah Serukan Perang Saudi dan Yahudi Melawan “Mahdiisme” Syiah

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*