NewYork,LiputanIslam.com-Deputi duta Rusia di PBB menyatakan, AS mengembalikan pasukannya ke Suriah untuk melindungi ladang minyak dari penduduk negara itu, sekaligus untuk melanjutkan perampokan sumber-sumber alam Suriah.

Berdasarkan kutipan Washington Post dari sejumlah sumber, AS telah mulai memindahkan sebagian unit pasukannya dari Irak menuju Deir az-Zour, Suriah.

Menurut sumber-sumber Washington Post, pengerahan lebih banyak pasukan AS ke Suriah bertujuan untuk “mencegah ISIS merebut ladang-ladang minyak di negara itu.”

Baca: “Tewasnya Al-Baghdadi Tak Berarti Berakhirnya ISIS”

Dmitry Polyanskiy dalam akun Twitter-nya menulis:”Pemberitaan yang tepat untuk kabar ini adalah: militer AS kembali ke Suriah untuk menjaga ladang minyak dari penduduk dan merampok harta benda mereka.”

Menurut Polyanskiy, ini memang merupakan kebijakan luar negeri AS selama berdekade-dekade.

Sebelum ini, Polyanskiy menegaskan, invasi atas kawasan-kawasan Suriah harus diakhiri sejak lama. Kemudian kendali atas kawasan-kawasan itu dikembalikan ke pemerintah Damaskus.

Mark Esper (menhan AS) pada hari Jumat (25/10) mengumumkan, Washington di masa depan berniat memperkuat posisi militernya di Deir az-Zour. Dia mengklaim, tujuannya adalah “mencegah jatuhnya ladang-ladang minyak provinsi itu ke tangan teroris.”

Kemenhan Rusia telah memublikasikan foto-foto satelit dari sebagian kawasan di Suriah. Foto-foto itu menunjukkan payung keamanan yang dibuat AS untuk menyelundupkan minyak Suriah. Melalui cara perampokan internasional ini, AS setiap bulan mendapat keuntungan sekira 30 juta dolar. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*