TelAviv,LiputanIslam.com-Usai Benyamin Netanyahu dinyatakan sebagai tersangka tindak pidana, rivalnya dari Partai Blue and White menuntut agar dia mundur dari semua posisi kementerian.

Benny Gantz (pemimpin Blue and White) juga meminta dari jaksa agung Israel, Avichai Mandelblit, agar memaksa PM Israel menyerahkan jabatannya.

Dilansir oleh Haaretz, Gantz mengutarakan permintaannya melalui surat yang dilayangkannya ke mahkamah agung Rezim Zionis. Dia menyatakan,”Berdasarkan konstitusi, seorang menteri yang menjadi tersangka tidak bisa bertahan di posisinya. Sebab itu, (Netanyahu) harus dipaksa untuk segera meninggalkan semua posisinya di pemerintahan.”

Baca: Soal Permukiman Zionis, Iran Sebut Menlu AS Terpasung di Abad Ke-18

Mandelblit pada hari Kamis (21/11) secara resmi mengumumkan, Netanyahu dituduh telah melakukan kecurangan, menerima suap, dan menyalahgunakan kepercayaan publik. Netanyahu diberi waktu 30 hari untuk mengajukan keberatan atas pencabutan kekebalan hukumnya.

Dengan cara yang sama seperti Donald Trump, Netanyahu menolak tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dia juga menegaskan tak akan mengundurkan diri.

Status tersangka Netanyahu diumumkan saat proses pembentukan kabinet Israel menemui jalan buntu. Ada kemungkinan bahwa rezim ini harus mengadakan pemilu untuk ketiga kalinya dalam tempo kurang dari setahun.

Meski berdasarkan konstitusi Israel, Netanyahu masih bisa mengikuti pemilu, namun statusnya sebagai tersangka jelas akan memengaruhi elektabilitasnya. Status ini juga mengaburkan masa depannya sebagai perdana menteri, karena jika ia dijatuhi vonis, ia harus mundur dari jabatan tersebut. (af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*