Jenewa,LiputanIslam.com-Ketua tim pakar PBB untuk urusan Yaman pada hari Selasa (10/9) membacakan laporan kedua timnya di rapat ke-42 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss.

Dilansir dari al-Quds al-Arabi, Kamal al-Jandubi menyebut Saudi, UEA, dan Mesir menghalang-halangi timnya memasuki Yaman, terutama usai dipublikasikannya laporan pertama pada Agustus 2018 lalu.

Al-Jandubi menyatakan, dia telah memberikan daftar para pelaku kejahatan perang, terutama dari Saudi dan UEA, kepada Michelle Bachelet (komisaris HAM PBB).

Baca: Arab Saudi Ingin Perkaya Uranium untuk Tenaga Nuklir

Menurutnya, kelompok Houthi mengizinkan tim PBB memasuki wilayah yang mereka duduki. Namun pemerintah Saudi dan UEA bertindak sebaliknya. Mesir juga melarang tim PBB mewawancarai warga Yaman.

Koalisi Saudi disebut al-Jandubi menghalangi kerjasama para saksi mata dan korban kekerasan Yaman dengan tim PBB. Sama seperti pemerintahan Mansour Hadi, koalisi agresor juga tidak bersedia menjawab pertanyaan tim PBB.

Meski menghadapi banyak rintangan, kata al-Jandubi, timnya berhasil mewawancarai 600 saksi mata, pengungsi, dan keluarga korban.

Menurutnya, hasil investigasi menunjukkan bahwa warga Yaman mengalami penyiksaan, kekerasan seksual, dan penangkapan semena-mena. Penduduk Yaman juga menderita akibat perang, penyakit, hancurnya ekonomi, terorisme internasional, dan pelanggaran HAM.

Dalam laporan Selasa pekan lalu (3/9), tim PBB menyebut semua pihak yang terlibat konflik di Yaman telah melanggar aturan perang. Turki al-Maliki (jubir koalisi Saudi) menolak tudingan tersebut. Dia mengklaim, laporan tim PBB disusun berdasarkan informasi yang menyesatkan. (af/alalam)

Baca Juga:

Hamas Nyatakan Salah Satu Tokohnya Ditahan oleh Saudi

Arab Saudi Terbitkan Izin Program Industri Militer

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*