Manila,LiputanIslam.com-Usai AS mengklaim pemimpin ISIS telah tewas, para pejabat keamanan dan intelijen negara-negara Asia Tenggara mengumumkan, mereka telah bersiaga untuk menghadapi kemungkinan serangan balasan kelompok teroris itu.

Dilansir dari Reuters, Delfin Lorenzana (sekretaris pertahanan nasional Filipina) mengatakan, kematian Abu Bakar al-Baghdadi akan memicu kemarahan anggota ISIS. Mereka tetap berbahaya dan sanggup melancarkan serangan balas dendam.

Daerah Mindanao di Filipina adalah salah satu pusat penyebaran paham radikal ISIS. Dalam beberapa tahun terakhir, tentara Filipina melakukan sejumlah operasi besar-besaran untuk menumpas milisi yang berafiliasi kepada ISIS.

Menurut Lorenzana, dengan melihat posisi al-Baghdadi, kematiannya adalah pukulan telak terhadap ISIS. Namun, mengingat penyebaran pemikiran kelompok ini di berbagai penjuru dunia, mereka hanya akan mundur sementara dan al-Baghdadi akan digantikan orang lain.

Baca: PBB Belum Bisa Verifikasi Kematian Al-Baghdadi

Asia Tenggara adalah salah satu pusat penyebaran paham ISIS. Filipina, Malaysia, dan Indonesia mengkhawatirkan para simpatisan ISIS dan kemungkinan kembalinya anggota lokal ISIS ke negara-negara tersebut.

Di Filipina saja, sejak musim panas tahun lalu ISIS mengaku bertanggung jawab atas 4 serangan bunuh diri. Sejak Perang Dunia II, Filipina dihadapkan pada perang terberat sepanjang sejarahnya pada tahun 2017, yaitu saat memerangi milisi terkait ISIS yang hendak menguasai kota Marawi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia juga telah menangkap lebih dari 400 orang atas tuduhan keterkaitan dengan ISIS.

“Kekhawatiran utama bukan pemimpin ISIS, tapi dampak dari ajaran-ajarannya,”kata Ayob Khan Mydin Pitchay (kepala polisi antiterorisme Malaysia).

Dia mengatakan, kematian al-Baghdadi adalah kabar baik. Namun kematiannya hanya berpengaruh sedikit di Malaysia, sebab problem utamanya adalah penyebaran paham ISIS di negaranya.

Sama seperti Filipina dan Malaysia, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia juga menghadapi masalah dengan ISIS dan pengikutnya.

Jubir BIN menyatakan, pihaknya telah siap menghadapi kemungkinan serangan balasan ISIS di Indonesia.

“Ini adalah sebuah perang. Operasi antiterorisme atau sejenisnya harus dilakukan. Kami yakin sanggup menjaga keamanan negara,”ujar Wawan Purwanto. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*