Washington,LiputanIslam.com-Harian AS, Washington Post, mengabarkan, Partai Republik yang merupakan partai Donald Trump, enggan memberi dukungan lantaran menganggap presiden AS memang bersalah.

Trump dalam kontak pribadinya sekutunya di Partai Republik mengatakan, dia mencemaskan konsekuensi negatif interpelasi atas dirinya untuk ‘warisan’ jabatan presidennya.

Menurut kutipan situs Axios dari sumber terpercaya, Trump berkata bahwa interpelasi dalam riwayat kerja seseorang adalah suatu hal yang buruk. Dua sumber lain mengkonfirmasi ucapan Trump ini dan menyatakan, Presiden (Trump) berkata kepada orang-orang Republik bahwa kalian tak akan mau interpelasi tercantum di resume kalian.

Gedung Putih masih belum berkomentar soal berita Axios ini. Menurut Axios, ini menunjukkan perasaan Trump tentang interpelasi. Trump berkeyakinan, interpelasi akan membantunya kembali terpilih di pilpres 2020, juga membantu partainya untuk menguasai majelis perwakilan AS. Meski demikian, ia tidak ingin namanya tercantum sebagai presiden yang pernah diinterpelasi dalam sejarah AS.

Terkait skandal UkraineGate, Trump mengklaim bahwa pembicaraannya dengan Volodymyr Zelensky “sangat akrab.” Dia mengaku tidak menekan presiden Ukraina itu untuk menyelidiki putra Joe Biden. (af/yjc)

Baca Juga:

AS-Inggris Memanas, Washington Tolak Ekstradisi Istri Mata-matanya ke London

Powell: Kebijakan Luar Negeri Trump Memalukan

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*