Amman,LiputanIslam.com-Menurut laporan harian al-Ghad, parlemen Yordania pada Minggu (10/12) mengadakan rapat untuk membahas keputusan Donald Trump terkait al-Quds.

Mayoritas anggota parlemen dalam rapat itu menyetujui revisi atas semua kesepakatan yang dijalin antara Amman dan Tel Aviv.

Salah satu kesepakatan yang ditandatangani Amman dengan Rezim Zionis adalah perjanjian damai Yordania-Israel yang dikenal dengan nama “Wadi Araba” pada tahun 1994.

Selain itu, empat belas anggota parlemen Yordania juga meminta agar pemerintah Amman mengubah jalan-jalan di sekitar kedubes Israel dan Amerika menjadi al-Quds dan Palestina.

Sehari sebelum Trump mengumumkan kebijakannya terkait al-Quds, sejumlah anggota parlemen Yordania berunjuk rasa di depan kedubes Amerika di Amman.

Seperti diketahui, presiden Amerika pada Rabu (6/12) pekan lalu menyatakan al-Quds sebagai ibukota Israel. Dia juga menginstruksikan pemindahan kedubes Amerika dari Tel Aviv ke kota tersebut.

Keputusan kontroversial ini memicu amarah kaum Muslim di dunia. Bahkan negara-negara sahabat Amerika juga dikabarkan menentang keputusan Trump tersebut. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*