Baghdad,LiputanIslam.com-Dalam pertemuan Barham Saleh dengan John Sullivan (deputi menlu AS), presiden Irak menegaskan bahwa dia akan menjauhkan negaranya dari perseteruan regional dan ketegangan dalam kebijakan internasional.

Menurut laporan stasiun televisi al-Alam, parlemen Irak juga dikabarkan tengah menggodok UU untuk mengusir  tentara AS dari negara mereka.

Berbagai kelompok dan gerakan politik Irak sepakat untuk mengurangi pengaruh dan campur tangan AS di negara mereka. Barham Saleh menyatakan kepada Sullivan , posisi dan situasi Irak harus diperhatikan oleh AS. Saleh juga menegaskan kedaulatan dan integritas Irak dalam pertemuan yang juga dihadiri dubes AS tersebut.

Usai terpilihnya para ketua badan-badan legislatif, yudikatif, dan eksekutif Irak, tampaknya Washington dalam  posisi tersudut. Tampaknya AS juga harus rela angkat kaki dari Irak. Fraksi-fraksi di parlemen Irak tengah mengumpulkan tanda tangan guna mengesahkan UU untuk memaksa tentara AS keluar dari Irak.

Kelompok-kelompok muqawamah di Irak memperingatkan tentara AS, jika mereka tidak segera angkat kaki dari Irak dengan koordinasi Baghdad, maka mereka harus berhadapan dengan kelompok-kelompok muqawamah. Kelompok-kelompok muqawamah menyatakan, keberadaan tentara AS di Irak membahayakan kedaulatan dan persatuan Irak, juga akan menarik kedatangan terorisme.

Sebelum ini, pada bulan Agustus lalu koalisi AS mengumumkan, pasukan mereka akan tetap berada di Irak sampai kapan pun diperlukan. Koalisi ini terdiri dari 5200 personel militer. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*