Sanaa,LiputanIslam.com-Tahap kedua operasi “Nasr min Allah” yang dilancarkan pasukan Yaman membawa mimpi buruk lain bagi koalisi Saudi. Operasi tersebut telah memupus harapan Saudi untuk membentuk “kawasan penghalang” antara perbatasan Najran dan Saadah.

Tahap kedua operasi itu dilakukan pada akhir Agustus di kawasan pegunungan terjal al-Shauh dan al-Fara’ dekat Najran, Saudi.

Menurut jubir tentara Yaman, rampasan perang yang diperoleh, meliputi berbagai jenis senjata ringan dan semiberat, cukup untuk digunakan berperang selama setahun.

Baca: Riyadh Belum Lunasi Pembayaran Kendaraan Militer yang Disita Ansharullah

“Ada bukti-bukti kuat bahwa kelompok teroris seperti ISIS dan al-Qaeda bekerjasama dengan koalisi Saudi,”imbuh Yahya Saree.

Saree kembali meminta “orang-orang yang ditipu koalisi Saudi” untuk pulang ke Yaman dan mendapatkan pengampunan massal.

Masih belum siuman dari tamparan pertama operasi “Pertolongan dari Allah,” kini Saudi mendapat tamparan lain. Tamparan kedua ini menggoyahkan ‘wibawa’ Riyadh dan efektivitas persenjataan AS. Operasi militer Yaman ini mengacaukan perencanaan Saudi selama tiga tahun hanya dalam beberapa hari, sehingga Riyadh gagal membuat “kawasan penghalang” sepanjang 20 km di perbatasan Najran dengan Saadah.

Demi membuat kawasan penghalang ini, Saudi menggunakan ribuan kelompok salafi bersenjata. Mereka dilengkapi dengan puluhan kendaraan lapis baja modern AS. Dengan muslihat “mengembalikan kelompok salafi ke markasnya (yang disebut Dar al-Hadith) di kawasan Damaj,” Saudi melibatkan mereka dalam perang perbatasan di Yaman.

Namun, tujuan asli Saudi adalah mengubah kawasan strategis Wadi Al Abu Jabarah di dekat Saadah dan kawasan al-Fara’ sebagai kawasan penghalang pertama. Menciptakan kawasan-kawasan penghalang di perbatasan Saudi-Yaman adalah salah satu kebijakan ekspansif Riyadh sejak ditandatanganinya Perjanjian Jeddah tahun 2000 lalu. Namun tampaknya, mimpi ini harus dikubur dalam-dalam oleh rezim Saudi. (af/alalam)

Baca Juga:

Jenderal Soleimani Kisahkan Keterlibatannya dalam Perang Hizbullah-Israel Tahun 2006

Komandan IRGC: Penghancuran Israel Bukan Lagi Impian, Melainkan Tujuan yang Bisa Dicapai

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*