Seoul,LiputanIslam.com-Kantor berita Yonhap melaporkan, perundingan AS-Korsel terkait pemenuhan biaya penempatan militer AS di Korsel bubar sebelum waktunya. Negosiasi terhenti karena delegasi AS meninggalkan ruang perundingan.

Pihak AS menuduh Korsel bahwa tawaran yang diajukan mereka tidak adil dan objektif.

Kebuntuan tak terduga pertemuan tersebut dipicu perselisihan kedua belah pihak, usai Washington meminta agar Seoul menambah anggaran penempatan 28.500 serdadu AS hingga lima kal lipat.

Menurut pejabat Korsel, perundingan yang diawali Senin kemarin (18/11) sedianya akan berakhir Selasa ini. Namun pembicaraan berakhir tanpa hasil setelah satu jam, sampai akhirnya delegasi AS melakukan walk out.

“Korsel bisa dan harus membayar lebih banyak untuk biaya penempatan militer AS di wilayahnya,”kata Mark Esper (menhan AS), menanggapi terhentinya perundingan.

Baca: AS Ancam Jatuhkan Sanksi Terhadap Mesir Terkait Pembelian Jet Tempur Rusia

Saat ditanya apakah militer AS akan meninggalkan Korea jika kesepakatan Washington-Seoul tidak tercapai, Esper memilih berkelit dari jawaban. Dia hanya mengatakan bahwa perundingan akan diambil alih kemenlu AS.

Semenjak Donald Trump terpilih sebagai presiden AS, dia meminta dari negara-negara tuan rumah militer AS di berbagai penjuru dunia, termasuk Saudi, Korsel, dan Jepang, agar menanggung biaya “perlindungan yang diberikan AS kepada mereka.”

Selain Seoul, Tokyo juga secara resmi menerima tuntutan semacam ini dari Washington.

Dilansir oleh Foreign Policy, pemerintah AS meminta dari Jepang, usai berakhirnya kesepakatan lama pada tahun 2020 nanti, Tokyo diharapkan menambah anggaran penempatan 54 ribu serdadu AS hingga 4 kali lipat, yaitu dari 2 milyar dolar menjadi 8 milyar dolar.

Di sisi lain, pemerintah Jepang menyangkal laporan Foreign Policy ini. Tokyo mengaku tak pernah ada pembicaraan soal dijalinnya kesepakatan baru. (af/fars)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*