Washington,LiputanIslam.com-Melalui sebuah instruksi dari Gedung Putih, tentara AS yang berada di perbatasan AS-Meksiko diperbolehkan menggunakan “kekerasan mematikan” untuk menindak para imigran ilegal.

Saat ini, sekira 6000 perwira militer ditempatkan di sejumlah titik utama perbatasan AS-Meksiko sepanjang 200 mil. Mereka ditempatkan atas perintah presiden AS, Donald Trump, guna mencegah masuknya ribuan imigran gelap ke wilayah AS.

Menurut laporan situs Military Times, Gedung Putih mengizinkan tiap tindakan, yang dinilai menhan AS, yang dirasa perlu untuk melindungi tentara AS.

Di antara tindakan tersebut adalah “menunjukkan atau menggunakan kekerasan {termasuk penembakan di saat darurat), taktik pengendalian kericuhan, dan penahanan sementara.

Instruksi ini tidak ditandatangani Trump, tapi oleh John Kelly, kepala staf Gedung Putih. Sebelum diadakannya pemilu tengah periode kongres, Trump sempat berkata, ada kemungkinan serdadu AS akan menembaki para imigran yang melempari mereka dengan batu.

Menanggapi kebijakan ini, para pakar menilainya sebagai bentuk pelanggaran terhadap UU internal AS. Dalam salah satu literatu undang-undang AS bernama “Posse Comitatus” disebutkan bahwa militer AS tidak diperkenankan melakukan kegiatan kepolisian di tingkat dalam negeri. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*