Washington,LiputanIslam.com-Harian New York Times (NYT) dalam laporannya menyinggung perselisihan tajam antara presiden AS dan penasihat keamanan nasional Gedung Putih. Menurut NYT, dengan mengutarakan perbedaan pandangannya dengan terkait Iran dan Korut, Donald Trump telah menyingkirkan John Bolton.

NYT membahas lawatan Trump ke Jepang selama 4 hari. Dalam lawatan itu, berlawanan dengan pendapat Bolton, Trump justru mengatakan bahwa uji coba rudal Korut tak melanggar resolusi DK PBB.

Trump di Jepang juga mengaku tak berniat mengubah rezim di Iran, padahal Bolton selalu menyuarakan penggulingan rezim Iran sejak lama.

Baca: Trump: AS Tak Bermaksud Mengubah Rezim Iran

NYT juga mengutip candaan Trump di acara-acara khusus tentang sifat Bolton yang haus perang. Trump pernah mengatakan, Bolton akan menyeretnya ke medan perang.

Media AS ini menulis, Trump menang dalam pilpres dengan mengangkat slogan “keluar dari perang tiada akhir.” Dia juga menjadikan perundingan dengan Korut sebagai salah satu poros kebijakan luar negerinya.

Di lain pihak, Bolton selalu mendukung opsi militer. Dia menentang perundingan dengan Pyongyang, karena meyakini Korut tak bisa dipercaya.

Dalam jumpa pers di Jepang, Senin (27/5), Trump secara terbuka menunjukkan perbedaan pandangannya dengan Bolton. Dia mengatakan,”Iran punya kesempatan untuk menjadi sebuah negara besar dengan sistem ini. Kami tidak bermaksud mengubah rezim (Iran). Saya ingin menegaskannya secara terang-terangan.”

Menurut NYT, Bolton tidak menanggapi statemen Trump tersebut. Dia juga absen dalam jamuan makan malam di Jepang.

NYT juga mengklaim, Trump mengkhawatirkan hasil manuver Bolton terkait Venezuela. Meski Bolton berusaha menarik dukungan petinggi militer Venezuela untuk mendukung Juan Guaido, angkatan bersenjata negara itu masih setia kepada Nicolas Maduro. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*