Baghad,LiputanIslam.com-Mantan PM Irak mengkritik kebijakan-kebijakan regional Qatar, serta mengecam statemen terbaru menlu negara tersebut.

Muhammad Abdurrahmah Al Thani (menlu Qatar) baru-baru ini mengklaim, kalangan Sunni Irak di masa pemerintahan Nouri al-Maliki adalah kelompok terpinggirkan dan tertindas.

Statemen provokatif ini ditanggapi al-Maliki pada Rabu (14/8). Di hadapan para wartawan, dia mengatakan,”Faktanya adalah, tak satu pun kelompok masyarakat di Irak, baik dahulu atau sekarang, yang terpinggirkan. Begitu pula halnya di masa mendatang.”

Baca: IRGC Sebut Hizbullah Saja Sudah Cukup untuk Menyapu Rezim Zionis

Al-Maliki menyesalkan kebijakan-kebijakan Qatar terhadap kalangan Sunni Irak, begitu pula intervensi Doha dalam masalah-masalah internal Irak dan Suriah. Dia berpendapat, tujuan kebijakan-kebijakan Qatar adalah menjadikan kalangan Sunni Irak sebagai “kayu bakar” untuk siasat sektarian dan ambisi ekspansifnya.

Mantan PM Irak juga menuding Doha mendukung terorisme. Menurutnya, Qatar memberi sokongan kepada para pemberontak di Irak dan Suriah, serta membentuk geng-geng teroris dan kelompok bersenjata untuk menggulingkan pemerintahan Baghdad dan Damaskus.

“Qatar berpikir dirinya adalah negara besar di kawasan. Doha berniat mengubah tatanan politik dan perimbangan stabilitas serta kedaulatan di negara-negara besar Timur Tengah. Namun kebijakan dan ilusi ini justru mengucilkan Qatar, serta menyeretnya kepada perselisihan dengan negara-negara Arab, juga Dewan Kerjasama Teluk,”tandas al-Maliki. (af/alalam)

Baca Juga:

Syekh Zakzaky Diperlakukan Bak Kriminalis oleh India

Militer AS di Teluk Mengaku Siap Bertempur Jika Ada Perintah

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*