Washington,LiputanIslam.com-Dengan belum diatasinya perselisihan antara Donald Trump dengan Partai Demokrat, kondisi shutdown pemerintah AS masih berlanjut dan kini telah memasuki minggu keempat.

Akibat shutdown ini, ribuan orang dari pegawai pemerintah AS tidak mendapatkan gaji. Sebagian dari mereka terpaksa tetap bekerja tanpa ada kepastian kapan akan memperoleh gaji. Sementara sebagian lain harus menjalani cuti paksa tanpa gaji.

Menurut laporan CNN, para pegawai federal yang mengambil cuti tanpa gaji terpaksa merujuk ke panti-panti sosial dan bank-bank pembagian makanan gratis demi menghindarkan diri dan keluarga mereka dari kelaparan.

Berdasarkan laporan lembaga-lembaga sosial AS yang membagikan makanan gratis, jumlah para perujuk meningkat secara signifikan lantaran shutdown pemerintah AS ini.

Sebagai contoh, lembaga sosial “Catholic Community Services” yang beraktivitas di Utah Utara menyatakan, pada dua pekan lalu sebanyak 280 pegawai federal mengambil makanan dari lembaga ini. Sebelum ini, lembaga ini memiliki 566 pelanggan tetap, tapi pasca penutupan pemerintah federal, jumlahnya meningkat 50 persen.

“Jika situasi ini terus berlanjut, mungkin kami terpaksa mengurangi makanan dalam paket. Namun pintu lembaga kami akan terus terbuka,”kata Deborah Nielsen, koordinator di Catholic Community Services.

Pekan lalu di Washington, lebih dari 2400 orang mendatangi bank makanan Capital Area yang didirikan untuk menyuplai makanan bagi para pegawai federal. Jumlah ini dua kali lipat lebih banyak dari jumlah yang diprediksi akan mengambil makanan dari tempat itu.

Manajer Capital Area, Radha Muthiah, mengatakan, seorang perujuk memberitahu dirinya bahwa sebelum ini dia sendiri membagikan makanan gratis untuk orang-orang. Muthiah mengutip, orang itu sama sekali tak menyangka bahwa dirinya akan membutuhkan makanan gratis.

“Saya rasa, orang-orang ini syok dan kaget karena harus menjalani kondisi ini,”kata Muthiah.(af/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*