Ramallah,LiputanIslam.com-Sebuah media Israel mengklaim, hubungan antara PLO dan petinggi Saudi mengalami krisis dan tengah menuju kondisi yang tak terkendali.

Menurut laporan Jerusalem Post (JP),Selasa (6/8), para petinggi Palestina berusaha agar krisis hubungan dengan Riyadh tidak semakin memburuk. PLO berencana mengutus delegasi ke Riyadh untuk melakukan pembicaraan dengan keluarga kerajaan dan pejabat pemerintah Saudi.

Mengutip dari seorang petinggi PLO, JP menyatakan bahwa Saudi sangat gusar terhadap organisasi tersebut. Hubungan kedua pihak menemui berbagai kendala, menyusul hubungan Riyadh dengan pemerintah AS dan kedekatan Saudi dengan Rezim Zionis.

Krisis hubungan PLO-Saudi telah sampai ke level tinggi, terutama usai partisipasi Riyadh dalam lokakarya Manama, walau PLO telah meminta agar pertemuan itu diboikot. PLO menyebut negara-negara Arab yang hadir di Manama sebagai “pengkhianat” dan “menikam Palestina dari belakang.”

Baca: Israel Tolak Kembalikan Jenazah Syuhada Palestina

JP menulis, ketegangan hubungan PLO-Saudi diawali pada akhir 2017. Menurut para pejabat Palestina, Muhammad bin Salman (putra mahkota Saudi) saat itu mengancam Mahmoud Abbas (ketua PLO) untuk bekerjasama dengan Riyadh. Jika tidak, dia akan dilengserkan dari posisinya.

Media Israel ini mengaitkan tekanan Bin Salman atas Abbas dengan Deal of The Century. Menurut JP, Bin Salman menekan PLO agar bergabung dalam proyek yang digagas pemerintah Donald Trump itu. Mengutip dari seorang petinggi Palestina, perlakuan Bin Salman kepada Abbas disebut “sangat memalukan.”

“Setelah menyadari bahwa kami duduk dengan seorang diktator yang berusaha mendikte kami, kami segera meninggalkan pertemuan itu,”ujar sumber JP.

JP juga menyinggung kunjungan seorang blogger Saudi ke Tanah Terjajah dan pengusirannya oleh warga Palestina. JP menyatakan, tiadanya respon PLO terhadap kabar itu menunjukkan dukungannya terhadap sikap warga Palestina tersebut.

Di akhir laporannya, JP mengutip statemen seorang tokoh akademis Palestina. Dia berpendapat, situasi kini mulai tak terkendali. Jika tidak segera diperbaiki, maka Saudi, negara-negara Arab, dan Palestina akan menanggung akibat buruknya. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Orang Yahudi Terkaya Cabut Dukungannya untuk Netanyahu

Anggota Kerajaan Larang Saudi Terlibat Perang dengan Iran

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*