Sanaa,LiputanIslam.com-Usai bandara Abu Dhabi diserang oleh drone-drone Yaman, UEA, dan tentu para sekutunya dalam koalisi Saudi, dilanda ketakutan. Alasannya jelas, sebab media-media dunia dan para pakar berpendapat, kekuatan udara pejuang Yaman semakin meningkat dari hari ke hari.

Dari sisi lain, ketakutan Saudi ini memaksanya memutarbalikkan fakta serangan udara Yaman dan memublikasikan data-data yang berlawanan dengan fakta.

Ketakutan dan kepanikan koalisi Saudi terlihat jelas dalam berita yang diturunkan majalah terbitan AS, Forbes. Menurut majalah ini, delegasi dari UEA melawat ke Prancis dan Finlandia  pada awal Juli bertujuan untuk menjalin kesepakatan demi membeli sistem pertahanan antidrone.

Lawatan ini dilakukan menyusul digunakannya drone oleh pejuang Yaman untuk menyerang pusat-pusat ekonomi Saudi dan UEA.

“Para pejabat UEA mengambil keputusan ini setelah drone-drone Yaman menjadi ancaman serius bagi kepentingan ekonomi Saudi dan UEA,”tulis Forbes.

Menurut Forbes, serangan-serangan ini akan terus meningkat dalam tahap-tahap selanjutnya, dan akan menargetkan infrastruktur transportasi kedua negara tersebut.

Seorang pejabat militer Ansharullah kepada kantor berita Sabaa mengatakan, serangan itu dilakukan dengan drone Samad 3.

Di lain pihak, UEA membantah kabar serangan tersebut. Pihak bandara Abu Dhabi mengklaim, kebakaran di bandara disebabkan kecelakaan sebuah kendaraan penyelamat.  Mereka mengaku kejadian tersebut tidak memengaruhi jadwal penerbangan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*