PhnomPenh,LiputanIslam.com-Pemerintah Kamboja mengumumkan, jika orang-orang AS tidak menyukai negara ini, mereka bisa mengemas koper dan angkat kaki dari Kamboja.

”Meski kami berkawan, namun jika para pejabat (AS) ini tidak suka Kamboja, mereka harus berkemas dan pergi dari sini. Saya katakan lebih jelas lagi: kami tidak menyambut Anda di sini,”kata Phay Siphan (juru bicara pemerintah Kamboja), Kamis (1/8), seperti dikutip Reuters.

Baca: Anggota Kongres AS: Mengkritik Israel Sama dengan Menaati HAM

Siphan menyinggung penghinaan Donald Trump kepada empat wanita nonkulit putih di kongres AS. Dia berkata,”Kami juga punya hak serupa seperti Presiden Trump untuk berbicara. Sesederhana itu. Jika kalian tak senang di sini, silakan pergi.”

Sebelum ini, kedubes AS di Kamboja dalam akun Facebook-nya menyinggung pemilu tahun lalu di Phnom Penh. “Pemilu ini gagal mereprenstasikan kehendak rakyat Kamboja,”demikian isi postingan kedubes AS.

Menurut Siphan, seharusnya petinggi AS tidak boleh “menyampaikan statemen tidak santun” seperti ini.

Partai Hun Sen (perdana menteri dan pemimpin Partai Rakyat Kamboja) meraih semua 125 kursi parlemen negara itu pada pemilu 2018 lalu.

Hun Sen pada Senin lalu mengumumkan, negaranya akan menambah belanja senjata dari Tiongkok.

Mike Pompeo (menlu AS) di sela-sela konferensi keamanan ASEAN di Thailand hari ini mengklaim, Washington tidak memaksa negara anggota ASEAN mana pun untuk memilih antara AS atau Tiongkok. (af/fars)

Baca Juga:

AS: Iran Beri 6 Peringatan Sebelum dan Sesudah RQ-4 Ditembak Jatuh

CNN Rilis Daftar Kebohongan Terbaru Trump Soal Iran

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*