Damaskus,LiputanIslam.com-Menlu Suriah menyatakan, kelompok oposisi tidak memiliki independensi pandangan. Mereka disebutnya mengambil sikap berdasarkan tempat bermukimnya para petinggi mereka di Barat atau Arab.

Dalam wawancara dengan majalah al-Hayat al-Dauliyah, Walid Muallem mengaku tidak peduli lagi dengan Liga Arab, sebab Suriah sudah keluar dari organisasi tersebut.

“Lupakan saja Liga Arab,”ujar Muallem saat ditanya apakah Suriah akan kembali bergabung dengannya.

“Terkait hubungan Suriah dengan negara-negara Arab, saya ingin mengatakan, Damaskus tak pernah mengintervensi urusan mereka. Suriah mengharapkan kebaikan bagi negara-negara Arab,”sambungnya.

Muallem menegaskan, Suriah tak pernah terlibat dalam penghancuran infrastruktur negara Arab mana pun. Damaskus bersedia ingin menjalin hubungan dengan negara-negara lain, asal mereka memiliki sikap seperti ini.

Damaskus, kata Muallem, juga siap berunding dengan para oposisi, jika intervensi asing telah dihentikan. Dia berpendapat, yang bermasalah adalah para penyokong oposisi, bukan kelompok oposisi sendiri.

“Oposisi terbagi ke sejumlah kelompok, sesuai dengan tempat bermukimnya para petinggi mereka di ibukota-ibukota Barat atau Arab. Sikap mereka berdasarkan kecenderungan dari negara tuan rumah,”jelasnya.

“Kelompok-kelompok oposisi tidak independen dalam pandangan-pandangan mereka. Dialog mereka dengan pemerintah Suriah juga bukan karena kehendak mereka sendiri.”

Menurut Muallem, hal yang akan memperkuat solusi politik di Suriah adalah penghentian intervensi asing, termasuk pemberian instruksi kepada oposisi soal bagaimana mereka bersikap dalam perundingan.

“Jika intervensi asing benar-benar dihentikan, maka kedua belah pihak dialog adalah orang-orang Suriah sendiri. Ini akan memengaruhi kesuksesan setiap proses solusi politik,”tandasnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*