Teheran,LiputanIslam.com-Deputi politik menlu Iran menyatakan, Teheran tak akan lagi berunding dengan  Washington, baik dengan atau tanpa perantara. Namun, Iran bersedia berunding dengan negara-negara di kawasan Teluk Persia.

Sayed Abbas Araghchi mengatakan, jurnalis kantor berita Rusia keliru mengambil kesimpulan saat mewawancarainya di Doha, Qatar, Selasa (28/5).

“Seperti yang sudah kami umumkan berkali-kali, tak akan ada perundingan dengan AS, langsung atau tak langsung, Namun Republik Islam Iran siap berunding dengan semua negara-negara Teluk demi mengurangi ketegangan dan menjalin hubungan konstruktif yang didasari sikap saling menghormati,”kata Araghchi.

Baca: Iran Menyambut Baik Dialog dengan Negara-negara Arab Teluk Persia 

Kantor berita RIA Novosti pada hari Rabu (29/5) mengutip statemen Araghchi terkait kesiapan Iran menghadapi serangan militer.

“Kami berharap bisa berunding, namun di saat yang sama, kami juga siap berperang,”demikian kutipan RIA Novosti.

Dalam beberapa hari terakhir, diplomat Iran ini melawat ke Oman, Kuwait, dan Qatar. Araghchi berbicara dengan para pejabat negara-negara tersebut perihal perkembangan regional.

Sebelum ini, deputi menlu Iran tersebut juga berulangkali menepis kemungkinan negosiasi dengan Washington. Jubir kemenlu Iran pada hari Selasa (28/5) juga menegaskan hal tersebut.

Di sisi lain, Javad Zarif (menlu Iran) dalam lawatannya ke Baghdad menyatakan, Iran bersedia menandatangani kesepakatan “tidak saling menyerang” dengan negara-negara di sekitar Teluk Persia. (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*