The picture shows Abdurrahman Abdulhadi, a member of Daesh terrorist group, who was captured by Syrian Kurdish fighters in November, 2015.

Damaskus, LiputanIslam.com — Seorang anggota kelompok teroris Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang ditangkap oleh pejuang Kurdi Suriah (YPG) memberikan keterangan bahwa Turki telah melatih kelompok-kelompok teror di wilayahnya.

Dalam wawancaranya dengan media Rusia, Sputnik, yang dikutip Presstv (29/12/2015) pria yang bernama Abdurrahman Abdulhadi tersebut mengatakan ia dilatih terlebih dahulu di Adana, sebelum menjalankan misi teror pertamanya sebagai anggota ISIS.

Abdulhadi, yang berkewarga-negaraan Suriah, mengatakan bahwa Adana ‘disamarkan’ sebagai tempat untuk milisi Free Syrian Army, kelompok pemberontak yang disebut ‘moderat’ oleh Barat.

“Turki dan ISIS diluar terlihat seolah-olah bermusuhan, namun mereka adalah teman,” ujar pria berusia 20 tahun ini.

“Pada bulan Agustus 2014, saya berlatih di kota Adana. Ada sekitar 60 anggota lainnya yang juga dilatih, dalam kamp yang tidak jauh dari bandara,” jelasnya.

Abdulhadi menyatakan bahwa ada pelatihan militer dilakukan oleh dua petugas. Salah satunya hanya berbicara dalam bahasa Turki, sehingga harus diterjemahkan oleh rekannya.

Menurut Abdulhadi, kamp-kamp pelatihan ISIS didirikan di Turki karena mereka percaya bahwa negara ini lebih aman dibandingkan dengan Suriah, yang beresiko akan dibombardir dengan jet tempur.

“Sebagian besar anggota ISIS yang bergabung memiliki motif ekonomi, yaitu mencari nafkah,”terang Abdulhadi.

Ia mengungkapkan bahwa anggota ISIS menerima amunisi/ persenjataan dari truk-truk yang disamarkan sebagai cargo-cargo biasa.

“Senjata diberikan kepada kami bukan dengan menggunakan kendaraan militer, karena bisa saja jet tempur akan menyerang. Sebagian besar pergerakan yang dilakukan ISIS menggunakan kendaraan sipil. Saya pernah mendengar bahwa mereka meletakkan sayur-sayuran di atas kotak yang penuh dengan amunisi, sehingga jet tempur tidak menyerangnya,” papar Abdulhadi.

Seperti diketahui, Turki merupakan salah satu pendukung pemberontakan yang meletus di Suriah pada bulan Maret 2011.

Pada bulan Mei, harian Turki Cumhuriyet mengunggah video yang menunjukkan truk milik Turkey’s National Intelligence Organization atau intelejen Turki yang membawa senjata untuk teroris di Suriah. Turki juga dituduh terlibat dalam bisnis perdagangan minyak ilegal dengan ISIS.

Baca juga: Liku-liku Minyak, Berawal dari ISIS Berakhir di Israel (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL