Washington,LiputanIslam.com-Ketua Divisi Aksi Anti-Iran di kemenlu AS mengulang sejumlah tuduhan atas Iran. Brian Hook juga meminta Uni Eropa agar menjatuhkan sanksi kepada Teheran dengan dalih uji coba rudal yang dijalankannya.

Hal ini disampaikan Hook dalam wawancara dengan Reuters, Selasa (4/12) usai bertemu dengan para pejabat Eropa di Brussels.

Dia mengklaim, jika ambisi Iran tidak dibatasi, konflik regional akan semakin meluas. “Kami menghendaki agar Uni Eropa mendukung sanksi-sanksi yang menargetkan individu atau organisasi terkait uji coba rudal balistik Iran,”ujarnya.

Sanksi-sanksi seperti ini meliputi pencekalan target sanksi ke luar negeri dan pembekuan aset-asetnya.

Pejabat AS ini mengklaim, uji coba rudal Iran melanggar resolusi 2231 DK PBB. Hook menuntut agar Teheran menghentikan semua aktivitas terkait rudal-rudal yang bisa memuat hulu ledak nuklir.

“Ini adalah ancaman serius yang terus meningkat. Kita harus menggunakan cara-cara preventif untuk menghalangi program rudal Iran. Jika tidak, saya pikir kita akan menghadapi risiko terjadinya sebuah konflik regional.”

“Teheran mentransfer teknologi rudal dan rudal-rudalnya kepada para sekutunya di Suriah, Houthi di Yaman, dan Hizbullah di Lebanon,”lanjutnya.

Sebelum ini, Hook menyatakan bahwa opsi serangan militer ke Iran masih ada di atas meja. Menurutnya, jika kepentingan AS terancam, Washington tak segan menggunakan opsi militer tersebut.

Menlu AS melalui Twitter pada Sabtu (1/12) mengklaim, Iran menguji coba rudal balistik jarak menengah yang bisa memuat sejumlah hulu ledak. Mike Pompeo mengatakan bahwa itu adalah pelanggaran terhadap resolusi 2231.

Faktanya, resolusi 2231 hanya meminta agar Iran tidak merancang rudal yang bisa memuat hulu ledak nuklir. Teheran sendiri juga menegaskan, tak satu pun rudal-rudalnya dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir.

Usai rapat DK PBB terkait uji coba rudal Iran, para wakil Inggris dan Prancis juga meragukan bahwa uji coba tersebut melanggar resolusi 2231. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*